Santunan Musibah Crane Masjidil Haram 2015 Cair, Cek Besarannya

Santunan Musibah Crane Masjidil Haram 2015 Cair, Cek Besarannya

Senin, 2 September 2019 | 13:45 WIB
Dubes RI mengapresiasi perhatian Raja Salman.
Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh usai menyambut jemaah haji asal Surabaya.
Photo :
  • Darmawan/MCH2019

Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh usai menyambut jemaah haji asal Surabaya.

VIVA – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi, telah menerima cek santunan dari Khadimul Haramain as-Syarifain Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud untuk para korban musibah jatuhnya crane pada musim haji 2015 di komplek Masjidil Haram Mekah. 

Cek senilai US$6,133 Juta, (23 Juta Riyal) atau setara Rp85,1 Miliar (dengan kurs Rp14.150) diberikan oleh Penasehat Hukum Deputi Konsuler Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, Mohammad Alshammeri kepada Kordinator Perlindungan Warga KBRI Riyadh, Raden Ahmad Arief di Kantor Kementerian Luar Negeri, Riyadh Arab Saudi, akhir Agustus 2019 lalu. 

Atas diterimanya cek tersebut, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Mohamed bin Salman (MBS) atas perhatian yang luar biasa kepada jemaah haji Indonesia korban musibah crane yang terjadi pada 11 September 2015 lalu.

Ucapan terima kasih itu dikirimkan melalui surat yang ditujukan langsung kepada Raja Salman dan Pangeran Mohamed bin Salman. Surat yang sama juga dikirimkan kepada Gubernur Mekah Pangeran Khalid al-Faisal serta berbagai kementerian terkait di Arab Saudi.

Beberapa kementerian turut andil dalam merealisasikan santunan korban crane ini, antara lain Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi (KSA), Kementerian Dalam Negeri KSA, Kementerian Kesehatan KSA, Kementerian Keuangan KSA.

Cek-cek yang diterima KBRI Riyadh berjumlah 35 lembar dan terdiri dari dua nominal. Pertama US$133.333, atau setara 500 ribu Riyal (Rp1,8 Miliar) untuk korban luka berat. Kedua, nominal US$266.666,66 atau setara 1 Juta Riyal (Rp3,7 Miliar) untuk korban meninggal dan korban cacat permanen. 

Sementara ada 1 Cek untuk korban luka berat masih perlu pencocokan data paspor dan secepatnya akan direalisasikan sehingga total menjadi lengkap 36 Cek. 

KBRI Riyadh juga sudah menyampaikan detail laporan kepada Kementerian Luar Negeri RI untuk  selanjutnya akan dilakukan koordinasi dengan Kementerian Agama RI untuk finalisasi administratif terkait penyampaian dana santunan kepada para korban luka berat dan cacat permanen serta para ahli waris korban meninggal dunia. 

Dubes Maftuh mengaku hampir setiap minggu para keluarga ahli waris korban crane di Indonesia menghubunginya lewat Facebook, WA atau media sosial lainnya, mempertanyakan kapan realisasi santunan Raja Salman tersebut direalisasikan.

Berita Terkait :
Saksikan Juga
Artikel Terpopuler