Indonesia Minta Fasilitas Iyab untuk Jemaah Haji Diperluas
Kamis, 5 September 2019 | 10:00 WIB

Indonesia Minta Fasilitas Iyab untuk Jemaah Haji Diperluas

Ada 28 kloter Jemaah haji Indonesia yang dilayani Iyab di Madinah
Dirjen Haji, Nizar Ali bersama DIrektur Bina Haji Khoirizi di Bandara Madinah
Photo :
  • MCH 2019/Darmawan

Dirjen Haji, Nizar Ali bersama DIrektur Bina Haji Khoirizi di Bandara Madinah

VIVA – Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Nizar Ali berharap agar fasilitas Iyab (ditulis Eyab) bisa diperluas sehingga dapat dinikmati oleh seluruh jemaah haji Indonesia nantinya. Layanan Iyab ini terbukti mempercepat masa tunggu jemaah di bandara kepulangan. 

"Ini tentu kita syukuri dan upayakan ke depan agar bisa meluas untuk kloter-kloter yang lain," kata Nizar yang hadir didampingi Direktur Bina Haji Khoirizi di Nizar Ali di lounge Iyab, Bandara Prince Mohammed Bin AbdulAziz Madinah, Rabu, 4 September 2019.

Nizar mengatakan sesuai komitmen General Authority of Civil Aviaton(GACA) akan memperluas cakupan kloter yang akan menerima program Iyab pada tahun-tahun mendatang, termasuk dapat dinikmati oleh negara-negara lain.

"Kita patut bersyukur, untuk program ini Indonesia dipilih menjadi negara yang pertama kali menikmati program Iyab," ujarnya. 

Menurutnya, ada dua negara yang menikmati Iyab di Madinah, Indonesia dan Malaysia. Indonesia ada 28 kloter jemaah haji yang berasal dari embarkasi Jakarta dan Surabaya, sedangkan Malaysia cuma 4 kloter.

Artikel Terpopuler