Mengusut Serangan-serangan ke Pemuka Agama di Tahun Politik – VIVA

viva.co.id

Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva

viva.co.id

Selasa, 13 Februari 2018 | 06:20 WIB

Mengusut Serangan-serangan ke Pemuka Agama di Tahun Politik

img_title
Photo :
  • ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Polisi menyelidiki lokasi penyerangan di suatu gereja di Yogyakarta, Minggu 11 Februari 2018.

VIVA – Publik kembali dibuat geram dengan aksi teror penganiayan terhadap pemuka agama. Kali ini, teror biadab dilakukan di Gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta, Minggu pagi, 11 Februari 2018.

Ibadah yang tengah dilakukan jemaah Gereja St Lidwina saat itu terusik oleh serangan seorang pemuda nekat bernama Suliyono (22). Aksi penyerangan pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur itu menelan korban. Sabetan senjata tajam membuat Pastor Edmund Prier dan sejumlah jemaah terluka.

Teror di Gereja St Lidwina ini menambah deretan peristiwa sebelumnya, yang juga menimpa pemuka agama. Masyarakat tak bisa lupa dengan aksi penganiayaan berujung tewas terhadap ulama di Jawa Barat. Dalam hitungan sepekan, dua ulama dianiaya oleh pelaku berbeda, yang diduga aparat berwenang mengalami gangguan jiwa.  

Dua ulama yang menjadi korban adalah pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah, KH Umar Basri, dan Komandan Brigade Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) Ustaz Prawoto. Umar Basri dianiaya usai salat Subuh di dalam Masjid Al Hidayah, Kabupaten Bandung, Sabtu, 27 Januari 2018.

Ustaz Prawoto juga demikian dianiaya di Bandung Kulon, Kota Bandung, pada Kamis, 1 Februari 2018. Sempat mendapat perawatan di rumah sakit, akhirnya Prawoto meninggal dunia karena luka parah di bagian kepala akibat pukulan pelaku yang menggunakan potongan besi.

Aksi intoleransi terjadi lagi pada Rabu, 7 Februari lalu. Sejumlah warga Desa Babat, Kecamatan Legok, Tangerang menjadi sorotan. Warga menolak kehadiran biksu Mulyanto Nurhalim yang diduga mengajak orang lain untuk masuk agama Budha.

Gereja St. Lidwina, Bedog, Sleman yang menjadi lokasi serangan.

Foto: Gereja St LidwIna yang menjadi lokasi teror penyerangan. ANTARA

Masyarakat pun heran, mengapa rentetan serangan ini terjadi saat bangsa Indonesia mulai sibuk menghadapi tahun politik. Apalagi peneliti terorisme Al Chaidar menilai terduga pelaku dari rangkaian aksi tersebut tak ada kaitan dengan kelompok radikalisme teroris. Hal ini terutama dalam aksi teror di Gereja St Lidwina.

"Saya sudah konfirmasi ke jaringan-jaringan yang saya teliti seperti misalnya JAD, itu tidak ada yang kenal," kata Al Chaidar saat dihubungi VIVA, Senin, 12 Februari 2018.

Dugaan 'By Design'

    Muat Lainnya...