Berebut Kursi Kabinet Jokowi - VIVA
X
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Rabu, 24 Juli 2019 | 06:12 WIB

Berebut Kursi Kabinet Jokowi

Parpol koalisi berlomba masuk jaring kabinet Jokowi.
Presiden Terpilih Jokowi dan Wapres Terpilih Ma'ruf Amin di Sentul 14 Juli 2019.
Photo :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Presiden Terpilih Jokowi dan Wapres Terpilih Ma'ruf Amin di Sentul 14 Juli 2019.

VIVA - Kontestasi pemilihan presiden 2019 secara praktis berakhir usai Mahkamah Konstitusi membacakan putusannya pada akhir Juni lalu yang menolak gugatan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lalu diikuti Komisi Pemilihan Umum yang menetapkan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai pemenang. Namun ternyata, gesekan politik tidak berhenti sampai di situ saja.

Medan pertarungan kini bergeser ke lingkar kekuasaan yaitu perebutan kursi kabinet. Bahkan, tak cuma di kalangan partai-partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin saja yang terlibat adu kuat. Tapi juga partai-partai bekas koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Beberapa kali, susunan kabinet Jokowi yang baru pun beredar ke publik. Namun, sering juga hal itu dibantah pihak-pihak terkait sebagai berita bohong alias hoax.

PKB Sodorkan 34 Nama

Salah satu partai anggota koalisi pengusung Jokowi-Ma'ruf yang kencang menyuarakan jatah kursi menteri adalah Partai Kebangkitan Bangsa. Bahkan, jauh-jauh hari sebelum pilpres digelar, PKB sudah terang-terangan meminta jatah sebanyak 10 kursi menteri.

Belakangan, PKB berencana menyodorkan 34 nama kepada Presiden Jokowi. Setelah itu, mereka mereka menyerahkannya pada Jokowi untuk menyaringnya.

"Kenapa PKB tak kirim 34 nama yang punya kualifikasi 34 Kementerian sehingga Pak Jokowi punya perbandingan usulan lain," kata Ketua DPP PKB, Lukman Edy, saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat 12 Juli 2019.

Ketua Umum PKB sekaligus Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar

Namun, sebelum benar-benar menyerahkan nama-nama itu, mereka terlebih dahulu akan berbicara dengan sang ketua umum Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang akan menggodoknya. Yang pasti partai yang didirikan oleh almarhum Gus Dur itu menginginkan kursi kementerian dan lembaga strategis di periode kedua nanti.

Di samping, mereka berharap pos-pos kementerian yang sebelumnya ditempati kader partainya seperti Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Tenaga Kerja, akan dipertahankan. Satu posisi yang tidak mungkin mereka tempati hanya Menteri Pertahanan saja.

Tidak hanya itu saja, Ketua DPP PKB, Abdul Kadir Karding, malah meyakini jatah kursi menteri PKB akan berbeda dengan Nahdlatul Ulama. Karena, NU dan PKB sama-sama bekerja memenangkan Jokowi.

Terbaru, Muhaimin sendiri mengaku belum tahu mengenai siapa saja kadernya yang akan dikirim ke Jokowi. Tapi dia menegaskan tentu mereka yang dikirim nanti itu merupakan kader terbaik.

Selain soal jatah menteri, PKB juga mengincar jabatan Ketua MPR. Mereka memproyeksikan posisi itu agar ditempati Muhaimin.

Golkar Minta Tambah

Dari situasi yang mengemuka ke publik, diketahui tidak hanya PKB yang getol meminta jatah kursi menteri. Partai lain sesama anggota koalisi Jokowi-Ma'ruf juga merasa lebih berhak mendapat jatah lebih banyak karena menilai punya suara yang lebih besar daripada PKB misalnya Partai Golkar.

Bahkan yang terbaru, mereka minta tambahan jatah menteri. Memang saat ini, partai berlambang pohon beringin itu menduduki kursi Menteri Perindustrian, Menteri Sosial, dan Menko Maritim. Nah, untuk kabinet pemerintahan Jokowi periode kedua lima tahun mendatang, mereka minta agar jumlah itu ditambah.

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, mengakui telah menyiapkan lima kader, untuk diajukan sebagai calon menteri di kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Lima nama tersebut adalah dirinya sendiri, Agus Gumiwang Kartasasmita, Ibnu Mundzir, Zainuddin Amali, dan Dedi Mulyadi.

"Nama-nama tersebut, tentu punya potensi," kata Airlangga di DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 18 Juli 2019.

Ketum Golkar Airlangga Hartarto

Namun, Airlangga memastikan, nama-nama itu belum disodorkan kepada Jokowi, karena di internal Partao Golkar pun hal itu masih harus dibahas secara lebih detil. "Pada waktunya, jadi belum kita bicara detil," ujarnya.

Selain Golkar, Nasdem juga senada. Mereka menganggap suara mereka lebih banyak dari PKB di DPR berdasarkan kursi. Karena itu, partai pimpinan Surya Paloh tersebut meminta 11 kursi menteri.

PKB-PPP Saling Serang

loading...
Muat Lainnya...