Download Our Application
A Group Member of VIVA
img-thumb

viva.co.id

  • Jumat, 8 Desember 2017 | 05:30 WIB
  • Horor Difteri, Penyakit Lama yang Kembali Mewabah

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Diza Liane Sahputri
Vaksin Difteri di Padang
Photo :
  • ANTARA/Iggoy el Fitra
Vaksin Difteri di Padang

VIVA – Difteri kembali mewabah di Tanah Air. Setelah hampir satu dekade tak pernah muncul, kini wabahnya kembali mengintai.

Penyakit yang disebabkan oleh penularan bakteri Corynebacterium Diptheriae ini tiba-tiba saja sudah menyebar hingga ke 20 provinsi Indonesia. Atas darurat ini Kementerian Kesehatan akhirnya menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). 

Kemenkes mencatat, dalam kurun waktu Januari hingga November 2017 ada 95 kabupaten dan kota dari 20 provinsi yang melaporkan kasus difteri. Secara keseluruhan terdapat 593 kasus, 32 di antaranya meninggal dunia.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Muhammad Subuh, mengungkapkan pada kurun waktu Oktober hingga November 2017, ada 11 Provinsi yang melaporkan terjadinya KLB difteri, yakni Sumatera Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Lihat juga

"Sampai November, kasus difteri ini tergolong suspect (terduga) KLB, karena masih membutuhkan satu pemeriksaan lagi untuk benar-benar didiagnosa difteri yaitu swap tenggorokan. Tercatat sudah 593 kasus dengan 32 kematian atau sekitar angka kematian 5,4 persen dari Januari hingga November," ujarnya kepada VIVA di Gedung P2P, Jakarta, Rabu 6 Desember 2017.

Di DKI Jakarta sendiri, tercatat sudah mencapai 25 kasus difteri yang sudah menyebabkan 2 orang meninggal. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto, mengungkapkan bahwa posisinya menyebar pada 12 kecamatan. 

"Di Jakarta sudah cukup meluas, misalnya di Jakbar dan Jakut. Tapi di Jaktim, Jakpus, dan Jaksel tidak sebanyak di Jakbar dan Jakut," ujarnya kepada VIVA di lokasi yang sama.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa kasus difteri tertinggi terjadi di Jawa Timur dan Jawa Barat. Di Jawa Timur, dalam setahun ada 318 kasus di mana 12 orang di antaranya meninggal dunia. Sedangkan Jawa Barat terutama Banten, menurut catatan Kepala Dinas Kesehatan Banten, telah mencapai 63 kasus dan 9 kematian. Serta, di Jawa Barat, hingga Desember telah tercatat 132 kasus dan 13 kematian akibat Difteri.

Saksikan Juga
Terpopuler