Destinasi Wisata Digital yang Pikat Para Millennial – VIVA
Download Our Application
A Group Member of VIVA
img-thumb

viva.co.id

  • Sabtu, 13 Januari 2018 | 06:00 WIB
  • Destinasi Wisata Digital yang Pikat Para Millennial

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Isra Berlian,
    • Bimo Aria
Pulau Padar Labuan Bajo NTT
Photo :
  • VIVA.co.id/Bimo Aria
Pulau Padar Labuan Bajo NTT

VIVA – "Mengagumi pemandangannya. Padar (pulau di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur) sangat indah hingga kami menghabiskan waktu kami untuk mengambil gambar. Menangkap dan menciptakan konten memang membutuhkan waktu," tulis seorang traveler pada caption foto Pulau Padar di akun instagramnya @legibtrip.

Memposting foto traveling di media sosial, kini telah menjadi gaya hidup digital para kaum muda, khususnya generasi millennial. Alih-alih mengeksplorasi alam dan merasakan pengalaman budaya dan tradisi masyarakat setempat, prioritas millenial justru pada mengambil foto lokasi yang berkarakter instagramable.   

Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur adalah salah satu destinasi wisata paling populer di media sosial. Ada ratusan ribu foto Labuan Bajo diunggah di instagram setiap harinya. Keindahan gugusan perbukitan, laut biru, dan hamparan pasir pantai putih, dan merah muda menjadi latar belakang foto para wisatawan.

Destinasi wisata yang instagramable seperti inilah yang menjadi buruan para generasi muda kelahiran tahun 1980-200-an tersebut. Media sosial instagram pun menjadi salah satu acuan wisatawan dalam memilih destinasi dan menemukan ide berwisata. 

Sebuah penelitian yang dilakukan situs travel, Expedia, terhadap para traveler muda usia 18-34 tahun mengungkapkan dua dari tiga responden menyatakan instagrammability sebuah lokasi adalah faktor penting dalam memilih destinasi wisata, sebelum memesan tiket. 

Sama seperti yang diungkapkan oleh millennial berusia 25 tahun ini. Anisha Saktian mengakui bahwa foto-foto wisata di media sosial instagram telah menjadi acuannya dalam memilih destinasi liburannya.

"Tentu sebelum pergi, cari dulu wisata apa yang punya pemandangan yang bagus. Jadi, paling utama saat pilih tempat wisata sih pasti pemandangan alamnya, kekayaan alamnya, soalnya pas liburan tujuan kan memang buat refresh otak," kata Anisha kepada VIVA di Jakarta. 

Baginya, mengabadikan momen lewat foto menjadi suatu keharusan, saat mengunjungi suatu tempat. Dia akan mencari spot-spot yang ciamik untuk difoto. 

Tren traveling para millennial mencari destinasi wisata instagramable inilah yang menjadi perhatian utama Kementerian Pariwisata. Mengantisipasi perubahan gaya hidup tersebut, dengan memaksimalkan peran generasi muda dan media sosial, kementerian berencana mengembangkan 100 destinasi wisata digital pada tahun ini. 

Lihat Juga

"Apa itu destinasi digital, kalau menurut bahasa anak muda adalah destinasi yang instagramable," ujar Menteri Pariwisata, Arief Yahya. 

Destinasi wisata digital bisa diartikan sebagai destinasi wisata yang fotogenik bagi wisatawan untuk diunggah di media sosial. Arief mengklaim, destinasi wisata digital yang diusung pemerintah ini hanya ada di Indonesia, dan belum ada di negara lain.

Arief menilai, keinginan generasi millennial, maupun individu yang senang 'pamer' di media sosial menjadi potensi baik untuk meningkatkan pariwisata dunia digital ini. Ini juga sebagai salah satu langkah untuk mendongkrak pariwisata Indonesia demi mencapai target kunjungan 17 juta wisatawan mancanegara. 

Menurutnya, destinasi digital ini adalah destinasi yang dikreasi generasi millennial dengan positioning esteem economy. “Mereka suka tempat yang bisa berfoto ria dan layak dimedsoskan, sedangkan differentiating-nya, harus instagramable, dan branding-nya, Kids Zaman Now,” katanya kepada VIVA

Konsep dari destinasi digital, kata Arief, adalah experience based product, yang diciptakan melihat gaya hidup masyarakat, yang 70 persen aktif di dunia digital. Destinasi wisata pun didorong untuk semakin kreatif dalam memikirkan, dan menciptakan obyek gambar yang instagramable.

"Tentu, rumus atau framework pengembangan destinasi wisata, dengan rumus 3A juga harus diperhatikan, jika ingin berkelanjutan, ada atraksi, akses, dan amenitas," katanya. 

Ia mengungkapkan, Kemenpar telah menyiapkan dana sekitar Rp20 miliar untuk mengembangkan destinasi wisata digital.

Berikutnya, di mana saja destinasi wisata digital>>>