Jatuh Bangun Putri Konglomerat – VIVA
Download Our Application
A Group Member of VIVA
img-thumb

viva.co.id

  • Sabtu, 3 Maret 2018 | 10:00 WIB
  • Jatuh Bangun Putri Konglomerat

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Fikri Halim
CEO Sintesa Group Shinta Widjaja Kamdani
Photo :
  • VIVA/Muhamad Solihin
CEO Sintesa Group Shinta Widjaja Kamdani

VIVA –  Wanita berusia setengah abad itu tampak elegan dalam balutan busana dua potong bernuansa biru dan abu-abu. Sosoknya bersahaja dan ramah ketika menerima tim VIVA di ruang kerjanya, di lantai 3 Gedung Menara Duta, Jalan H.R Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Ruang eksklusif berdesain formal yang menghadirkan elemen kayu itu dihiasi lukisan seni serta sejumlah foto yang tertata rapi. Sementara di atas meja kerja, tersusun setumpuk dokumen yang menanti keputusannya.

Ruang sunyi ini telah menjadi saksi sebagian perjalanan Shinta Widjaja Kamdani sebagai Presiden Direktur atau Chief Executive Officer (CEO) Grup Sintesa. Sebelum berada di posisi itu, kegagalan demi kegagalan sudah tak terhitung jumlahnya menempa wanita kelahiran Jakarta, 9 Februari 1967, namun dia selalu berhasil bangkit dan menjadi lebih kuat dari ke hari, hingga kini.

Sebelum bernama Grup Sintesa, perusahaan itu bernama NV Handelsbouw en Cultuur Maatschappij. Perusahaan yang fokus di bisnis perkebunan karet ini didirikan oleh kakek Shinta yang keturunan Tionghoa bernama Oey Kim Tjiang di zaman penjajahan Belanda pada 1919. Tepat 40 tahun setelahnya atau tahun 1959, namanya bertransformasi menjadi PT Tigaraksa dengan perdagangan sebagai inti bisnis mereka.

Dan entah kebetulan atau tidak, membutuhkan waktu yang sama, 40 tahun kemudian untuk 'melahirkan' Grup Sintesa, sebuah induk perusahaan alias holding dari sejumlah bisnis usaha PT Tigaraksa yang menggurita. Perubahan pada 1999 terjadi di bawah kepemimpinan Shinta dan menandai era baru perusahaan keluarganya.

CEO Sintesa Group Shinta Widjaja Kamdani