Mimpi Tajir di Game Online – VIVA
Download Our Application
A Group Member of VIVA
img-thumb

viva.co.id

  • Sabtu, 7 April 2018 | 17:00 WIB
  • Mimpi Tajir di Game Online

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Rifki Arsilan,
    • Isra Berlian,
    • Foe Peace Simbolon,
    • Reza Fajri,
    • Novina Putri Bestari,
    • Lazuardhi Utama
Sorot gamers - Kompetisi Mobile Legend MPL 2018, Tim nxl juara
Photo :
  • Dok. Revivaltv
Sorot gamers - Kompetisi Mobile Legend MPL 2018, Tim nxl juara

VIVA – Jemari itu lincah menari di layar ponsel buatan China yang harganya tak lebih dari dua juta rupiah.  Wajah si empunya jari begitu serius. Kedua matanya fokus menatap layar. Jarinya seperti memiliki mata, hingga begitu cepat memainkan skill 1 hingga 3 sembari memadukan dengan button magic pada game online battle yang mengandalkan kombinasi strategi dan kekompakan tim.

Untuk beberapa waktu ia menenggelamkan diri dalam permainan di ponsel. "Yesss!!" pekiknya. Tangan kiri mengepal. Pertanda dia memenangkan war, yang membuat peringkatnya terus naik. Setelah itu ia berhenti dan tertawa. Layar ponsel ia tutup, lalu disimpan ke dalam saku depan celana jins belel yang ia kenakan.

"Saya sudah memilih untuk cuti kuliah. Saya mau fokus main game. Karena untuk berhasil di game engga bisa bareng dengan kegiatan lain," ujar anak muda itu sambil tertawa sedikit.

Mungkin ia tersadar bahwa pilihan cuti kuliah hanya untuk main game pasti terdengar gila dan tak masuk akal buat orang lain. Tapi dengan nada pasti, ia sampaikan keinginan itu.

Pemain Game Mobile Legends, Fadhil Abdurrachman

Nama anak muda itu Fadhil Abdurrahman. Sejak pertengahan tahun lalu ia sudah memutuskan cuti kuliah dari Universitas Pamulang (Unpam), tempat ia tercatat sebagai mahasiswa jurusan Teknik Informatika. Sebelum di Unpam, pemuda berusia 21 tahun juga sempat kuliah di sebuah sekolah tinggi informatika di Blok M, Jakarta Selatan. Tapi di semester empat ia memutuskan berhenti karena merasa tak cocok dengan kampus tersebut.

Sejak satu tahun yang lalu, Fadhil memutuskan serius menekuni profesi sebagai pemain game.  Keputusan Fadhil tak sia-sia. Minggu lalu bersama empat rekannya itu, ia berhasil menjuarai Mobile Legends Professional League (MPL) Indonesia 2018. Di babak grand final yang digelar di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat, pada Minggu, 1 April 2018, Fadhil dan empat rekannya yang membawa nama TEAMnxl -akhirnya berganti nama menjadi King Slayers- berhasil melibas tim EVOS. Hadiahnya sangat menggiurkan, sekitar Rp500 juta.

Fadhil bercerita, saat ini, Mobile Legends: Bang Bang, adalah game yang paling terkenal di kalangan penggila game online. Inilah game yang baru saja ia rampungkan kompetisinya dan groupnya tampil sebagai pemenang. Ia sendiri mengaku baru bermain game Mobile Legend sekitar 1,5 tahun yang lalu. Seorang rekan kerja di kantor mengenalkan game tersebut kepadanya dan berhasil membuatnya menikmati game tersebut.

"Tantangannya asyik, dan bikin kita bisa kenal dengan teman-teman dari banyak wilayah. Jadi ada interaksi sosialnya," tuturnya kepada VIVA yang menemuinya di Depok, Kamis, 5 April 2018.

Menurutnya, daya tarik utama game ini karena melibatkan banyak orang dan bisa dimainkan secara tim. Untuk membentuk tim, game ini bisa membuat seseorang dari jarak puluhan ribu kilometer, bahkan menyeberang pulau bisa saling mengenal dan akhirnya bekerja sama menjadi pemenang. Fadhil dan tim adalah contohnya. Tim beranggota lima orang ini, dua diantaranya tinggal di Pontianak, satu di Tangerang, satu di Taman Mini, Jakarta Timur, dan Fadhil sendiri tinggal di Depok.

Pemain Game Mobile Legends, Fadhil Abdurrachman

Tim King Slayer ini diketuai oleh Afrindo “G” Valentino, (Mage) (Kagura/Harley). Anggotanya adalah Fadhil “Rave” Abdurrahman, (Fighter) (Chou/Zilong), Joshua “LJ” Darmansyah, (Tank) (Grock/Akai), Agung “Billy” Tribowo, (Assasin) (Fanny/Alpha/Hayabusa), dan Supriadi “Watt” Dwi Putra, (Marksman) (Moskov/Bruno). Nama-nama unik itu memang diambil dari karakter Mobile Legends. Sejak kompetisi digelar, tim ini hanya berlatih di dunia maya, mereka jarang ketemu darat karena jarak satu sama lain yang sangat jauh.