Download Our Application
A Group Member of VIVA
img-thumb

viva.co.id

  • Senin, 12 Februari 2018 | 06:41 WIB
  • Kejar Target dengan Skala Prioritas dan Efisiensi

  • Oleh
    • Dusep Malik
Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina EP Nanang Abdul Manaf.
Photo :
  • VIVA.co.id/Dusep Malik
Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina EP Nanang Abdul Manaf.

VIVA – PT Pertamina EP (PEP) adalah anak usaha PT Pertamina di sektor hulu minyak dan gas bumi. PEP adalah kontributor utama Pertamina di sektor hulu.

Bahkan, beberapa tahun lalu (saat harga minyak di atas US$120 per barel), PEP memberi kontribusi lebih dari 70 persen terhadap pendapatan dan laba bersih Pertamina.

Namun, seiring dengan pelemahan harga minyak mentah global dan penurunan produksi secara alamiah, kontribusi PEP bagi Pertamina terus turun. Kendati begitu, manajemen PEP berupaya keras untuk menjaga produksi tetap stabil dengan melakukan kegiatan pemboran dan juga efisiensi dalam kegiatan produksi.

Selain itu, sejumlah hal terus dilakukan PEP untuk mengejar target produksi pada 2018, salah satunya adalah melakukan tajak (pemboran) sumur MJ-AA5 Asset 1 Ramba Field di Desa Mangunjaya, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Lihat juga

Sementara itu, untuk tahun ini belum jelasnya harga minyak dunia akhirnya membuat Pertamina EP hanya menargetkan laba bersih US$547 juta atau setara Rp7,38 triliun. Angka tersebut diakui turun jika dibandingkan capaian 2017 yang mencapai US$615 juta.

Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana realisasi kinerja operasi-produksi serta finansial PEP pada 2017 dan proyeksi 2018, jurnalis VIVA, Dusep Malik mewawancarai Nanang Abdul Manaf di kantornya, pekan lalu. Berikut petikannya.  

Bisa Anda jelaskan berapa realisasi produksi migas PT Pertamina EP pada 2017?

Untuk total produksi kami sepanjang 2017 lalu sebanyak 253 MMBOEPD atau 96 persen dari RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan). Ini terdiri atas minyak 77.200 BOPD (91 persen dari RKAP) dan gas 1.018 MMSCFD (98 persen dari RKAP). 

Produksi gas terdapat kenaikan dibandingkan 2016 yang tercatat 989,27 MMCSFD dan untuk minyak turun karena pada 2016 tercatat 83.632 MBOPD. Apabila dibandingkan dengan total produksi 2016, tidak terjadi perubahan yang signifikan di mana total produksi 2016 sebanyak 254.380 MBOEPD. 

Kontribusi terbesar PEP berasal dari PEP Asset mana?

Untuk produksi minyak dan gas, PEP Asset 2 di (Sumatera Selatan) memberikan kontribusi minyak terbesar sebanyak 17.394 MBOPD atau 22,5 persen dari total produksi minyak PEP dan gas sebanyak 433,90 MMSCFD. Dengan demikian, total 74.891 MBOEPD atau 42,6 persen dari total produksi gas PEP.
 
Pada beberapa field di sejumlah PEP Asset, produksi minyak dan gas naik. Apa penyebabnya?

Dalam meningkatkan pencapaian produksi minyak 2017, manajemen Pertamina EP melakukan kegiatan di 50 sumur pemboran dan workover, reparasi, fracturing, reopening, optimasi, dan stimulasi pada seluruh PEP Asset (1-5). 

Untuk peningkatan produksi gas, kami melakukan peningkatan produksi gas pada lapangan Donggi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, memproduksikan lapangan Cikarang-Tegal Pacing (CTDP) pada Maret 2017. Selain itu melakukan pekerjaan well intervention

Dari total lifting minyak sepanjang 2017, berapa persen minyak yang diekspor dan berapa persen masuk ke kilang Pertamina?

Total lifting minyak PEP sepanjang 2017 adalah 28.445.729 bbls (101 persen dari RKAP), diekspor sebanyak 1 persen, yaitu sebanyak 304.587 bbls dan yang masuk ke dalam kilang Pertamina adalah 99 persen yaitu 28.141.142 bbls. 

Direktur Utama PT Pertamina EP Nanang Abdul Manaf.

Direktur Utama PT Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf. (Foto: VIVA.co.id/Dusep Malik)

Bagaimana dengan gas? Berapa volume penjualan dan komposisi penjualan ekspor dan domestik?
 
Total sales sepanjang 2017 adalah 291.114 MMSCF, gas yang diekspor sebanyak 1.411 MMSCFD atau 0,5 persen, sedangkan untuk domestik 99,5 persen atau 289.703 MMSCFD.

Pasar ekspor gas PEP ke mana? Untuk  domestik, siapa saja pembelinya?

Untuk ekspor gas ke Gas Supply Pte Ltd (GSPL), sedangkan domestic buyer perusahaan antara lain PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, dan lain-lain.
 
Berapa realisasi rata-rata cost of production per barel lapangan minyak Pertamina pada 2017? 

Sekitar US$9,86 per BOE.

Berapa average selling price (ASP) minyak dan gas Pertamina EP sepanjang 2017? 

Minyak sekitar US$50,9 per barel, dan gas US$5,82 per MSCF

Saksikan Juga
Terpopuler