Download Our Application
A Group Member of VIVA
img-thumb

viva.co.id

  • Senin, 16 April 2018 | 06:46 WIB
  • Saya Setuju Visi Prabowo dan Gerindra

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Rifki Arsilan
Calon Gubernur Jawa Barat, Mayjen TNI (Purn) Sudrajat
Photo :
  • VIVA/Ikhwan Yanuar
Calon Gubernur Jawa Barat, Mayjen TNI (Purn) Sudrajat

VIVA – Pemilihan kepala daerah provinsi Jawa Barat menjadi salah satu yang menjadi perhatian dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018. Daftar pemilih yang besar dan punya pengaruh untuk Pemilihan Presiden 2019, menjadikan Jabar sebagai strategi kunci politik.

Empat pasangan calon yang akan bersaing memperebutkan kursi kepala daerah Tanah Pasundan. Salah satunya adalah pasangan calon Sudrajat-Ahmad Syaikhu. Duet dengan sebutan Asyik ini diusung koalisi Gerindra, PKS, dan PAN.

Ada proses tarik ulur politik yang alot sebelum nama Sudrajat muncul dan dijagokan Gerindra. Ketika dideklarasikan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, 9 Desember 2017 lalu, publik saat itu masih dikejutkan dengan figur Sudrajat. Mantan Kepala Pusat Penerangan TNI itu belum dikenal secara luas oleh publik.

"Kalau ada orang bilang masyarakat Jawa Barat terkejut Pak Sudrajat, ya memang bisa dikatakan demikian," kata Sudrajat dalam wawancara khusus dengan VIVA, beberapa waktu lalu.

Lihat juga

Sadar dengan elektabilitas yang belum kuat dibandingkan figur lain, Kang Ajat, panggilan akrab Sudrajat, siap tempur dengan gencar keliling menemui rakyat. Rakyat di berbagai daerah Jabar ditemui kang Ajat dan Syaikhu saat kampanye.

Bukan perkara mudah, karena kang Ajat akan bersaing dengan figur seperti Wali Kota Bandung non aktif Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Jawa Barat non aktif Deddy Mizwar. Secara elektabilitas, Kang Ajat kalah dari dua tokoh tersebut.

Namun, hal tersebut justru menjadi tantangannya. Sudrajat tetap optimistis. Ia juga tak terbebani dengan status Jabar yang merupakan lumbung suara Prabowo ketika di Pilpres 2014 lalu.

Calon Gubernur Jawa Barat, Mayjen TNI (Purn) Sudrajat

Mau tahu cerita Kang Ajat untuk targetnya memenangi Pilgub Jabar, simak wawancara dengan VIVA berikut ini.

Latarbelakang Anda ingin maju menjadi cagub?

Saya ini sudah purnawirawan, berarti tugas saya sebagai purnawirawan sudah selesai. Dalam kepurnawirawanan saya itu saya berusaha menjadi warga negara yang baik. Setelah saya pensiun dari angkatan darat, saya itu masih terus bergerak. Di dalam diri saya dari dulu memang saya tidak pernah mau pensiun. Dalam arti saya masih mau bekerja sampai badan dan pemikiran saya sudah tidak mampu. Itu memang cita-cita saya. Sehingga saya aktif juga di bidang sosial dan sekaligus saya aktif juga dibidang komersial (usaha).

Di bidang sosial secara langsung saya memimpin sebuah lembaga yang menjembatani hubungan antara pemerintah Indonesia dengan China, yaitu suatu lembaga yang memang dirintis sejak akhir 80an, pada saat Indonesia dan China belum ada hubungan diplomatik, ketika itu para pengusaha atau pedagang Indonesia yang dipimpin Pak Soekamdani memiliki terobosan untuk membangun hubungan dagang antara Indonesia dengan China. Akhirnya mulai dari situlah ada kontak antara pemerintah Indonesia dan RRC. Dari situlah embrio awal hubungan diplomatik antara pemerintah Indonesia dan China, sehingga pada sekitar awal tahun 90-an hubungan diplomatik antara Indonesia dan China resmi terbangun.

Kebetulan saya sebagai bekas duta besar Indonesia di Beijing, saya mempunyai tanggung jawab atau kewajiban moral untuk memelihara hubungan antara pemerintah Indonesia dengan Tiongkok. Agar pemerintah kita mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya dalam hubungan bilateral ini.

Di bidang komersial, saya kebetulan sekarang menjabat sebagai CEO Susi Air. Perusahaan ini sekitar tahun 2000an dirintis bersama dengan Ibu Susi, waktu itu Ibu Susi sebagai CEO dan saya komisarisnya. Dan, ketika Ibu Susi diminta oleh Pak Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri, Ibu Susi meminta saya untuk menjadi CEO Susi Air sampai sekarang ini. Dan nanti, apabila saya dipercaya oleh masyarakat Jabar untuk menjadi gubernur, saya akan serahkan posisi saya kembali kepada Ibu Susi. Itu lah latar belakang saya.

Publik Jawa Barat terkejut dengan majunya Anda sebagai cagub?

Sebenarnya saya tidak pernah mengira bahwa saya akan menjadi salah satu calon gubernur di Jawa Barat. Kalau ada orang bilang masyarakat Jawa Barat terkejut Pak Sudrajat, ya memang bisa dikatakan demikian. Buat saya ini merupakan panggilan diri saya di tengah kepurnaan diri saya menjalankan hidup ini.

Lobi Prabowo

Terpopuler