Prabowo Bisa Kalahkan Jokowi – VIVA
Download Our Application
A Group Member of VIVA
img-thumb

viva.co.id

  • Senin, 7 Mei 2018 | 06:03 WIB
  • Prabowo Bisa Kalahkan Jokowi

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Gadis Neka Osika,
    • Mustakim
Presiden PKS Sohibul Iman
Photo :
  • VIVA/Ikhwan Yanuar
Presiden PKS Sohibul Iman

VIVA – Rangkaian Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 tinggal empat bulan lagi. Pendaftaran pasangan calon RI-1 serta calon wakilnya akan dilakukan pada Agustus 2018.

Sejauh ini, baru presiden petahana Joko Widodo yang sudah 'aman' untuk kembali maju. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu, saat ini sudah didukung lima partai politik yang melebih syarat presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden.

Lawan Jokowi yang digadang-gadang adalah Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto. Berbeda dengan Jokowi, Prabowo belum aman dapat tiket maju nyapres. Gerindra butuh koalisi dengan parpol lain untuk mengusung Prabowo. Namun, koalisi Gerindra dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) baru sebatas sinyal kuat yang belum juga dideklarasikan.

Syarat koalisi dari PKS bila Prabowo mau diusung hanya satu yaitu wajib kadernya mendapat posisi pendamping Prabowo sebagai calon wakil presiden. Sembilan kader PKS sudah direkomendasikan majelis syuro untuk maju sebagai bakal cawapres.

"Kami memberikan kesempatan kepada Gerindra untuk melakukan kajian dari sembilan calon ini. Mana yang paling memungkinkan untuk mendampingi Prabowo dan menaikkan elektabilitas," kata Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dalam wawancara dengan VIVA, Kamis, 3 Mei 2018.

Sohibul menekankan syarat posisi cawapres bagi kader PKS seperti sudah menjadi harga mati yang tak bisa ditawar. Ia pun optimistis terhadap elektabilitas Prabowo yang dinilainya bisa mengalahkan Jokowi.

Presiden PKS Sohibul Iman

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman. Ikhwan Yanuar/VIVA.co.id

Lihat Juga

Selain itu, Sohibul juga bicara perkembangan dinamika penjajakan koalisi antara PKS dengan Gerindra. Mantan rektor Universitas Paramadina itu juga mengungkit utusan pihak Istana yang menawarkan PKS bergabung dukung Jokowi. Berikut petikan wawancara dengan Sohibul Iman.

Skenario PKS dalam hadapi Pilpres 2019?

Ya terkait pilpres ini, saya kira saya ambil ujungnya saja, PKS tentu terus melanjutkan apa yang menjadi keputusan dasar PKS yaitu kita ingin agar Jokowi tidak melawan kotak kosong. Hal yang paling rasional untuk PKS adalah membuat poros dengan Gerindra. Dan, sekarang kami terus berkomunikasi dengan Gerindra untuk mematangkan hal yang sudah jelas yaitu Pak Prabowo maju sebagai capres. Kemarin setelah acara gowes bersama dalam rangka ulang tahun PKS, Pak Prabowo menyampaikan pada kami bahwa beliau firm maju dan tidak ada capres lain di Gerindra, kecuali Prabowo. Oleh karena itu hal yang paling rasional kami lakukan adalah ini. Walaupun di sisi lain ada ajakan dari Demokrat. Tapi, semua kita jajaki kemungkinan sebelum janur melengkunglah.

Penjajakan koalisi dengan Gerindra terutama soal posisi cawapres?

Ya, sudah kita ada pembicaraan. Memang hari ini belum ada kepastian. Tetapi kami sudah menyodorkan sembilan nama itu. Dan, kami memberikan kesempatan kepada Gerindra untuk melakukan kajian dari sembilan calon ini. Mana yang paling memungkinkan mendampingi Prabowo dan menaikkan elektabilitas, pasangan Prabowo dan kader PKS itu. Kami itu posisinya sekarang, hanya tinggal menunggu dari sana untuk memilih nama.

#2019GantiPresiden