Lebaran Ini Sangat Dinamis - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Senin, 27 Mei 2019 | 06:01 WIB

Lebaran Ini Sangat Dinamis

Tiket masih mahal. Tol Trans Jawa dan Lintas Sumatera mulai operasi.
Direktur Utama di PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin
Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Direktur Utama di PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin

VIVA – Mudik Lebaran 2019 tidak lama lagi. PT Angkasa Pura II telah menetapkan 28 Mei-13 Juni 2019 sebagai periode masa angkutan Lebaran. Sedangkan puncak arus mudik diperkirakan 31 Mei-1 Juni 2019. Adapun untuk puncak arus balik pada 8-9 Juni 2019. 

Angkasa Pura (AP) II memperkirakan penumpang yang menggunakan pesawat akan mengalami peningkatan sekitar 3,2 persen pada saat masa mudik Lebaran 2019. 

Terkait dengan hal tersebut, AP II menyusun sejumlah strategi untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran. Proses prosedur operasi standar (SOP), fasilitas dan sarana, hingga personel keamanan akan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus mudik angkutan Lebaran 2019.

Saat ini Angkasa Pura II telah mengelola 16 bandara, antara lain Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Kualanamu (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Husein Sastranegara (Bandung), Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang), Silangit (Tapanuli Utara), Banyuwangi (Jawa Timur).

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin  buka-bukaan kepada VIVA mengenai persiapan Lebaran di tengah harga tiket pesawat yang masih dinilai tinggi oleh masyarakat. Bagaimana AP II menghadapi hal tersebut, berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana persiapan AP II menghadapi arus mudik Lebaran 2019?

Kegiatan mudik Lebaran atau dalam konteks angkutan Lebaran tahun ini saya rasa akan lebih dinamis ya, karena moda transportasi lebih beragam, khususnya beroperasinya Tol Trans Jawa dan Tol Lintas Sumatera. Tapi menarik lah, karena pilihan transportasi masyarakat kan jadi lebih beragam memperkaya pola-pola bepergian, memperkaya pola-pola perjalanan masyarakat. 

Direktur Utama di PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin

Tapi moda transportasi udara ini kan masih menjadi posisi yang primadona, karena kecepatannya, kemampuan mobilisasi, kemudian termasuk tarif yang kita harapkan terus terjangkau, sehingga secara kapasitas daya angkut, kecepatan, ketepatan, dan pelayanannya pun kita harapkan tentu itu lebih baik, walaupun moda transportasi lain sudah mulai bertambah.

    Muat Lainnya...