Desa Kacepi Kelola Hutan Mangrove untuk Tingkatkan Pendapatan Nelayan
Rabu, 8 Mei 2019 | 13:30 WIB

Desa Kacepi Kelola Hutan Mangrove untuk Tingkatkan Pendapatan Nelayan

Juga petani kelapa.
Desa Kacepi, Halmahera Tengah, Maluku Utara
Photo :
  • Dok. Desa Kacepi

Desa Kacepi, Halmahera Tengah, Maluku Utara

Bagi penduduk Desa Kacepi, Kecamatan Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, menjadi penambang emas menjadi pilihan utama sebagai mata pencaharian. Hampir 75 persen penduduk desa berprofesi sebagai pekerja tambang emas dan sisanya berprofesi sebagai nelayan dan petani kelapa.

Jika penambang emas memiliki pendapatan yang cukup, lain halnya dengan nelayan dan petani kelapa. Dua profesi ini dihadapkan pada keadaan di mana pendapatan mereka relatif tidak menentu. Hal ini disebabkan oleh adanya jeda waktu di mana pendapatan dua profesi ini menurun.

Penurunan pendapatan pada nelayan terjadi saat mereka tidak melaut ketika musim angin besar tiba yang biasanya  terjadi di bulan Agustus–November. Pun untuk petani kelapa, pendapatannya menurun karena mereka harus menunggu jeda masa panen selama 3–6 bulan.

Inovasi Kelola Hutan Mangrove

Awal tahun  2018,  Pemerintah Desa Kacepi berkoordinasi dan bermusyawarah dengan masyarakat untuk menghadapi masalah tidak menentunya pendapatan petani dan nelayan. Pemerintah Desa menyampaikan usulan inovasi untuk bersama-sama mengelola dan menata hutan mangrove sebagai destinasi wisata.  

Artikel Terpopuler