Jadikan Mudik sebagai Momen untuk Kembali Membangun Desa
Rabu, 29 Mei 2019 | 12:46 WIB

Jadikan Mudik sebagai Momen untuk Kembali Membangun Desa

Bangun desa, bukan tinggalkan desa.
Mudik Asik Bangun Desa
Photo :
  • Dok. Kemendesa

Mudik Asik Bangun Desa

Setiap tahun, Indonesia dihadapkan pada rutinitas mudik menjelang Hari Raya Idulfitri. Berjuta manusia akan mudik guna menikmati indahnya Hari Kemenangan. Ya, setiap menjelang Lebaran, orang-orang dari kota melakukan eksodus menuju dusun, kampung atau desa mereka.

Pemudik dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat. Tahun 2018, jumlah pemudik mencapai angka 19,5 juta jiwa. Tahun ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memperkirakan bahwa jumlahnya akan mencapai 23 juta orang.

Melonjaknya jumlah pemudik ini tidak terlepas dari kian banyaknya masyarakat yang notabene sebagian besar berasal dari perdesaan yang terus memadati kawasan perkotaan. Artinya, ada peningkatan jumlah manusia yang melakukan urbanisasi ke kota-kota besar dan meninggalkan desa.

Ada beberapa sebab mengapa minat orang desa sangat besar untuk datang, tinggal, dan bekerja di kota. Ketersediaan peluang ekonomi, sosial, maupun politik yang lebih besar di kawasan perkotaan tidak bisa dimungkiri menjadi semacam magnet kuat yang menyedot banyak orang untuk terus menyerbu kawasan perkotaan.

Apalagi kemudian kawasan perkotaan tidak terlepas dari pembangunan ekonomi negeri ini yang sejauh ini masih cenderung bersifat urban sentris alias lebih memusat di kawasan perkotaan. Hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadi disparitas ekonomi yang lebar serta mencolok antara kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan.

loading...
Artikel Terpopuler