Game Mobile Legends Tingkatkan Kunjungan Perpustakaan Desa Toapaya
Rabu, 4 September 2019 | 11:00 WIB

Game Mobile Legends Tingkatkan Kunjungan Perpustakaan Desa Toapaya

Desa Toapaya melakukan inovasi literasi.
Anak-anak berkegiatan di Perpustakaan Desa Toapaya.
Photo :
  • Desa Toapaya

Anak-anak berkegiatan di Perpustakaan Desa Toapaya.

Indonesia disebut sebagai negara dengan tingkat literasi yang rendah. Bahkan, penelitian terakhir Program for International Student Assessment (PISA) pada 2015 menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-62 dari 70 negara yang diteliti. Menurut Balitbang Kemendikbud, hal ini disebabkan oleh empat faktor, yaitu kecakapan (bebas buta aksara), akses (perpustakaan), alternatif (media online), dan budaya (kebiasaan membaca). Terkait hal itu, Desa Toapaya melakukan inovasi literasi.

Sebelumnya, koleksi perpustakaan Desa Toapaya masih sangat minim, sehingga masyarakat enggan untuk berkunjung. “Perpustakaan ini sendiri baru terealisasi pada tahun 2012 atas usul masyarakat. Tapi, saat itu masih sepi pengunjung. Jadi, kita mulai berpikir untuk membuat inovasi, bagaimana caranya untuk memancing masyarakat berkunjung ke perpustakaan, bagaimana caranya kemudian mengangkat minat baca masyarakat,” ujar Indra Finady Ketua TPID Kecamatan Toapaya saat dihubungi tim VIVA.

Perpustakan Desa Toapaya pertama kali mendapatkan suntikan Dana Desa pada tahun 2015 dengan besaran Rp30.000.000. Setelah itu, perpustakaan Desa Toapaya berbenah secara bertahap dengan melengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti pengadaan komputer dan printer di tahun 2017, menambah jumlah buku bacaan, menambah meja dan lemari serta berbagai fasilitas penunjang lainnya yang didanai oleh Dana Desa tahun 2018 sebesar Rp79.000.000. “Awalnya, hanya ada sekitar 2000 koleksi buku, setelah berbenah sekarang untuk buku anak-anak saja ada hampir 4000 buku,” ungkap Indra.

loading...
Artikel Terpopuler