Jamu Kunyit Desa Bengkala, Olahan Sehat Kelompok Disabilitas ‘Kolok’
Senin, 30 September 2019 | 12:00 WIB

Jamu Kunyit Desa Bengkala, Olahan Sehat Kelompok Disabilitas ‘Kolok’

Desa Bengkala dianugerahi oleh suburnya tumbuhan kunyit. 
Jamu Kunyit Desa Bengkala, Sakuntala.
Photo :

Jamu Kunyit Desa Bengkala, Sakuntala.

VIVA – Indonesia kaya. Kaya akan keindahan alam dan hasil alamnya. Setidaknya itulah yang terlihat dari Desa Bengkala, salah satu desa yang terletak di Kecamatan Kubu Tambahan Kabupaten Buleleng Provinsi Bali. Di antara pepohonan jati yang menjulang tinggi, juga pohon pisang, mangga, jambu mete, dan bunga-bunga bougenville yang bermekaran, tanah Desa Bengkala juga dianugerahi oleh tumbuhnya kunyit. 

Selain pare, rumput gajah, dan ketela pohon, tanaman rempah-rempah berwarna jingga yang menjadi salah satu tanaman semusim ini juga tumbuh subur di Desa Bengkala. Bukan hanya itu saja, Desa Bengkala sendiri juga terbilang desa yang istimewa. Pasalnya, Desa ini dikenal karena keberadaan masyarakat tuli-bisu atau kolok yang hidup rukun dan berdampingan dengan masyarakat normal. 

Bahkan saking rukunnya, masyarakat normal yang hidup di Bengkala sekitar 80%-nya bisa berbahasa isyarat demi agar dapat berkomunikasi dengan masyarakat yang tuli-bisu. 

Nah, untuk kunyit yang tumbuh di Desa Bengkala pun menjadi primadona di pasar lokal Buleleng. Berangkat dari hal tersebut, kunyit kemudian diolah oleh warga setempat menjadi minuman sehat yang menyegarkan. 

Pengolahan hasil panen kunyit di Desa Bengkala merupakan hasil dari pengembangan Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM) yang ditujukan kepada keluarga penyandang tuli bisu khusus di Desa Bengkala. 

Hal ini pun seperti dijelaskan I Made Arpan, Kepala Desa Bengkala bahwa sumber pendapatan masyarakat secara umum menggantungkan pada sektor pertanian. Salah satu komoditasnya adalah kunyit.

Artikel Terpopuler