Inovasi Gapoktan Sungkai: Pupuk Organik dari Urine Kambing dan Sapi
Kamis, 24 Oktober 2019 | 12:00 WIB

Inovasi Gapoktan Sungkai: Pupuk Organik dari Urine Kambing dan Sapi

Bank urine yang menjadi tempat tukar pupuk cair organik (POC).
Urine Kambing yang sudah jadi POC.
Photo :

Urine Kambing yang sudah jadi POC.

VIVA – Gabungan kelompok tani (gapoktan) Tunggal di Kampung Negeri Sungkai, Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung memiliki konsep unik dalam memanfaatkan urine kambing. 

Jika selama ini bank identik dengan transaksi soal keuangan, maka Gapoktan Tunggal ini menjadikan alat transaksi nasabah berupa air kencing atau urine kambing lalu laba atau bunga pokok yang didapat nasabah adalah berupa pupuk organik cair (POC).

Tidak tanggung-tanggung, konsep 'bank urine' ini bahkan berhasil masuk dalam Bursa Inovasi Desa atau menu inovasi nasional yang digarap Kementerian Desa, Pembangunan, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) alih-alih pembuatan POC dari urine kambing itu sendiri.

Ketua Gapoktan Tunggal Eko Basuki mengakui, pengembangan urine kambing menjadi POC sudah banyak dilakukan, khususnya oleh beberapa masyarakat di Lampung dan sudah tersedia di pasaran. Namun, konsep 'bank urine' ini yang membuat juri dari Universitas Lampung (Unila) terpikat saat dipresentasikan.

Eko menceritakan, awal mula membuat urine kambing ini diawali diri sendiri. Semula dirinya mendapat pelatihan dari dinas terkait pada tahun 2017 dan mencoba mengembangkan pupuk organik ini sendiri. Lalu pada tahun 2018 ia merekrut teman-teman gapoktan untuk menggunakan pupuk tersebut.

"Ide membuat bank urine ini kita mulai tahun 2019 dengan merangkul semua peternak di Kampung Negeri Sungkai untuk jadi anggota bank urine. Untuk tertib administrasi di awal 2019, sempat tertatih-tatih dan tidak berjalan lancar, banyak sekali halangan dan lain-lainnya, terutama masalah permodalan," jelasnya kepada tim Viva melalui Whatsapp.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, setiap peternak memasang terpal dan jeriken di bawah kandang kambing miliknya sebagai wadah pengumpulan urine. Beberapa peralatan ini juga diterima peternak atas bantuan pemerintah kampung sehingga peternak lebih bersemangat mengikuti kegiatan ini.

Artikel Terpopuler