Beralih Produksi dari Minuman Keras “Cap Tikus” ke Bio Etanol
Sabtu, 26 Oktober 2019 | 17:00 WIB

Beralih Produksi dari Minuman Keras “Cap Tikus” ke Bio Etanol

Kedua produk ini memanfaatkan air nira.
Proses pembuatan
Photo :
  • ANTVklik/Indonesia Press

Proses pembuatan

VIVA – Desa Lowatag, Kecamatan Touluaan Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara memiliki kebun pohon aren yang begitu luas. Penduduk setempat pun memanfaatkan olahan air nira pohon aren sebagai sumber pendapatan utama rumah tangga mereka. 

Air nira pohon aren yang menjadi bahan baku utama untuk memproduksi gula merah, juga digunakan penduduk untuk membuat minuman. Jenis minuman yang dimaksud adalah minuman beralkohol yang sempat diperdagangkan secara ilegal, yang dikenal dengan nama “Cap Tikus”.

Meski sudah merambah pasar internasional, tapi setelah melihat dampak negatif “Cap Tikus” yang menelan banyak korban jiwa, akhirnya sekelompok petani memberanikan diri beralih memproduksi Bio Etanol yang banyak dibutuhkan di dunia farmasi, yang juga berbahan dasar air nira. 

Artikel Terpopuler