Kucuran Dana Desa Terbukti Bangkitkan Geliat Desa di Indonesia

Kucuran Dana Desa Terbukti Bangkitkan Geliat Desa di Indonesia

Minggu, 27 Oktober 2019 | 10:00 WIB
Desa kini jadi ujung tombak bergeraknya ekonomi masyarakat.
Wisata Umbul Ponggok di Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah.
Photo :
  • umbulponggok.co.id

Wisata Umbul Ponggok di Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah.

VIVA – Dengan pengucuran Dana Desa, kini desa tidak lagi menjadi nomor dua dalam pembangunan. Desa sekarang justru menjelma sebagai ujung tombak bergeraknya ekonomi masyarakat. Termasuk di Desa Nian, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Desa yang terkenal dengan kilau batu akiknya ini tumbuh dan berkembang seiring dengan mengalirnya Dana Desa. Di Desa Nian, jalan bukan lagi jadi kendala, karena Dana Desa yang diperoleh difokuskan untuk sektor infrastruktur. 

“Selama ini, aksesnya ke sini berbatuan, masyarakat banyak yang mengeluh terutama mereka yang saat hendak mengambil obat di Puskesdes. Sarana prasarana (Puskesdes) itu sendiri dibangun pada tahun 2016 dengan anggaran yang juga bersumber dari Dana Desa. Jalan-jalan berbatu menjadi keluhan utama masyarakat desa,” ujar Agustinus Noan selaku Kepala Desa Nian. 

Perbaikan jalan dipilih setelah musyawarah dengan warga dan tokoh masyarakat karena jalan-jalan yang ada di Desa Nian dulunya rusak parah. “Manfaat pembangunan dengan bantuan Dana Desa yang ada di Nian sangat dirasakan masyarakat. Yang pertama, ya pembangunan infrastruktur ini. Yang kedua untuk mempermudah masyarakat jika akan ke Puskesdes, sehingga jika warga berkendara bisa mengantar atau diantar sampai di Puskesdes,” kata Raimundus Kenjam, salah satu warga Desa Nian.

Tak hanya Desa Nian, kucuran Dana Desa ini juga dirasakan oleh Desa Ponggok di Klaten, Jawa Tengah. Desa ini bahkan menjadi percontohan desa di Indonesia, berkat keberhasilannya keluar dari jurang kemiskinan. Saat ini, berkat adanya Dana Desa, Badan Usaha Milik Desa yang memiliki pendapatan hingga Rp12 miliar, dengan mengandalkan Umbul Ponggok melalui sensasi diving di kolam air tawar, sebagai sumber penghasilan utama.

Prestasi Desa Ponggok tentu tidak terjadi secara instan, sebab dulunya desa ini sempat memiliki predikat desa tertinggal. Tentunya, prestasi ini diharapkan menular ke desa-desa lain di Tanah Air. Apalagi, angka penyaluran Dana Desa terus meningkat setiap tahun. Dari tahun 2015 sebesar Rp 20,76 triliun, menjadi Rp 49,68 triliun pada tahun 2016, Rp 60 triliun pada tahun 2017 dan 2018 dan Rp 70 triliun di 2019.

Dalam tiga tahun terakhir, Dana Desa terbukti memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat desa melalui pembangunan infrastruktur. Dengan Dana Desa, sudah berhasil dibangun sebanyak 201.899 km jalan desa, 1.181.659 m jembatan, 5.605 unit tambatan perahu, 38.140 unit BUMDes, 9.329 unit pasar desa, 60.274 unit irigasi, dan 4.265 unit embung. Kualitas hidup masyarakat desa pun kian membaik dengan terbangunnya Posyandu, tersedianya air bersih, hingga fasilitas PAUD dan taman kanak-kanak yang kesemuanya berkat adanya bantuan Dana Desa.

Berita Terkait :
Saksikan Juga
Artikel Terpopuler