Ragam Inovasi yang Sejahterakan Desa Gisting Bawah

Ragam Inovasi yang Sejahterakan Desa Gisting Bawah

Senin, 28 Oktober 2019 | 13:00 WIB
Salah satunya dengan pembangunan PAM desa.
PAM Desa, Desa Gisting Bawah, Kabupaten Tanggamus, Lampung.
Photo :
  • Desa Gisting Bawah

PAM Desa, Desa Gisting Bawah, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

VIVA – Berjarak kurang lebih sekitar 100 km dari Ibukota Provinsi Bandar Lampung, Desa Gisting Bawah berada di jalur lintas barat Sumatera. Desa dengan luas 262,5 ha dan penduduk sebanyak 8.178 jiwa ini selain ada di jalur ramai juga berada di kaki Gunung Tanggamus, membuat Gisting memiliki potensi alam yang bisa dikembangkan. 

Namun, berada di daerah yang tinggi dan berbukit ternyata memberikan masalah juga bagi masyarakat Gisting. Jika musim kemarau tiba, banyak masyarakat yang tinggal di perbukitan mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga. 

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, masyarakat harus mengambil air di mata air dengan memikul air, menggendong bahkan membawanya dengan alat dorong. Dua sampai tiga kali sehari mereka harus mengambil air agar bisa cukup untuk memasak, mencuci, dan mandi.

Mengatasi masalah ini, pemerintah dan masyarakat desa lewat musyawarah, berinovasi mendirikan PAM desa dengan memanfaatkan mata air yang selama ini belum dikelola dengan baik. Dana desa anggaran tahun 2017 digunakan untuk membangun PAM Desa.

Menurut Heriyono, Kepala Desa Gisting Bawah, keberadaan PAM Desa sangat membantu warga yang kesulitan air. Warga tak perlu lagi mengambil air dengan cara-cara sulit seperti sebelumnya, tinggal memutar kran air sudah mengalir. Warga yang memiliki usaha pun sangat terbantu dengan adanya PAM desa, air untuk kebutuhan rumah sudah mudah diperoleh. “Sampai saat ini, PAM Desa telah mengalir di 340 rumah,” jelas Hery.

Bank Sampah, Gedung Serba Guna, dan Pertanian Pepaya

Inovasi desa yang pernah menjadi juara gerakan pangan desa ini tak berhenti sampai di PAM Desa saja. Inovasi infrastruktur seperti membangun gedung serba guna juga dilakukan. Memakai bantuan dana desa sejak 2016 – 2018 mencapai angka 400 juta, gedung ini disewakan untuk umum. Penyewanya bukan hanya dari masyarakat Desa Gisting Bawah saja tapi dari juga dari pihak luar seperti dari kecamatan atau desa lain. 

Keberadaan gedung serbaguna ini memberikan lapangan kerja bagi masyarakat Desa Gisting. Tenaga kerja  yang ada di gedung ini mulai dari yang membersihkan, mempersiapkan masakan dan lainnya juga masyarakat Desa Gisting Bawah. 

Di luar gedung serbaguna dan PAM Desa, adapula inovasi bank sampah. Masyarakat desa yang semula kesusahan dalam mengelola sampah saat ini hal itu tidak lagi terjadi. Pemerintah desa mendirikan bank sampah, di mana sampah-sampah masyarakat akan dikumpulkan di satu tempat dan dipilah-pilah menjadi sampah-sampah yang bisa dikelola dan yang tidak. Sampah plastik yang bisa dikelola dikumpulkan dan dijual pada pihak tertentu.

Pekerjanya tentu warga Desa Gisting Bawah. Para pekerja ini hampir semua adalah ibu-ibu yang salah satunya adalah pemecah batu dengan penghasilan yang minim. “Saat ini saya kerja di bank sampah ini dengan gaji per minggu. Tugas saya memilah botol-botol plastik, Alhamdulillah hasilnya lebih besar dari saat saya memecah batu dan bisa saya gunakan untuk membeli susu, jajan anak atau yang lainnya,”jelas salah seorang wanita yang bekerja di bank sampah tersebut.

Tak puas dengan inovasi di atas, dunia pertanian pun di garap oleh Desa Gisting. Pepaya menjadi pilihan dalam melakukan inovasi di bidang pertanian. “Kami telah menanam pepaya di lahan seluas 3 ha, yang mempekerjakan masyarakat desa dengan biaya dari dana desa. Dana desa yang digunakan untuk pertanian ini nilai mencapai 100 juta  rupiah lebih,”terang Safari Komisaris Bumdes Desa Gisting Bawah.

Semua inovasi yang dilakukan Desa Gisting Bawah kemudian menjadi unit usaha yang dikelola BUMDes Gisting bawah. Menurut Lilis Setiawati, Direktur BUMDes Gisting Bawah, sampai saat ini semua unit usaha yang dijalankan BUMDes bisa dibilang bisa berjalan degan baik. Dari unit-unit usaha ini, desa mendapat pemasukan mencapai angka 40 – 70 juta per tahunnya.

“Ke depan kami berharap dana desa akan lebih bisa membantu mengembangkan unit usaha yang sudah ada dan unit usaha yang akan dikembangkan sehingga pendapatan desa dari unit usaha yang dikelola BUMDes bisa terus meningkat yang akan meningkatkan pula kesejahteraan desa,” pungkas Lilis.

Berita Terkait :
Saksikan Juga
Artikel Terpopuler