Amerika Cari Sekutu Buat Hadapi Ancaman Tiongkok di Laut China Selatan
Sabtu, 23 Mei 2020 | 08:00 WIB

Amerika Cari Sekutu Buat Hadapi Ancaman Tiongkok di Laut China Selatan

AS disebut bakal menggandeng 5 negara sebagai sekutu melawan China.
VIVA Militer: Armada Militer Amerika Serikat (AS) di Laut China Selatan
Photo :
  • South China Morning Post

VIVA Militer: Armada Militer Amerika Serikat (AS) di Laut China Selatan

VIVA – Kian memanasnya situasi Laut China Selatan membuat Amerika Serikat (AS) mulai memikirkan rencana menggandeng negara lain sebagai sekutunya. Strategi ini dilakukan AS terkait meningkatnya kampanye militer China di kawasan tersebut.

China dianggap AS melakukan tindakan provokatif dan membahayakan di Laut China Selatan. Pencaplokan sejumlah pulau, ancaman terhadap Kapal Angkatan Laut Filipina, dan penenggelaman kapal ikan Vietnam, adalah beberapa insiden yang terjadi mulai awal tahun ini.

Menurut laporan Al-Masdar News, sebuah laporan yang berjudul "Pendekatan Strategis Amerika Serikat ke China" ternyata sudah dibuat oleh Gedung Putih dan Pentagon dan akan diajukan ke Kongres AS, di bawah Undang-undang Persetujuan Pertahanan Nasional.

Dalam laporan itu, Gedung Putih dan Departemen Pertahanan AS (US Departement of Defense) membeberkan kampanye militer China yang dianggap sebagai tindakan berbahaya. Tak cuma itu, AS juga menganggap aksi China itu sebagai ancaman ekonomi dan keamanan.

Oleh sebab itu, dalam laporan itu juga pemerintah AS memberikan input untuk memperkuat hubungan dengan beberapa negara di kawasan Asia-Pasifik. Tak hanya untuk mengurangi, AS dan sekutunya nanti siap untuk menghentikan aksi China yang membahayakan kepentingan nasional AS dan sekutunya.

AS diprediksi bakal berkoordinasi dengan sejumlah negara di kawasan Asia-Pasifik terkait masalah ini. India, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Australia, adalah beberapa negara yang tengah dilobi AS terkait visi dan strategi terkait perlawanan terhadap kampanye militer China di Laut China Selatan.

Masuknya sejumlah negara tersebut bukan tanpa alasan. AS juga sepertinya sudah membaca ketegangan yang terjadi antara China dengan beberapa negara itu.

India misalnya. Pada pertengahan Mei lalu, insiden baku tembak terjadi antara personel Angkatan Bersenjata India dan China di wilayah perbatasan kedua negara. 

Di sisi lain, Taiwan juga masih terus bersitegang dengan China terkait masalah kemerdekaannya. Pemerintah Taiwan menolak keras untuk kembali bersatu dengan China. Sementara di sisi lain, China punya ambisi besar untuk kembali mencaplok Taiwan masuk dalam wilayah kekuasaannya.

loading...
Muat Lainnya...