Turki Tolak Tawaran Mesir untuk Gencatan Senjata di Libya
Kamis, 11 Juni 2020 | 15:01 WIB

Turki Tolak Tawaran Mesir untuk Gencatan Senjata di Libya

Perang di Libya dipastikan akan terus menggeliat.
VIVA Militer: Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan
Photo :
  • EUobserver

VIVA Militer: Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan

VIVA – Perang Libya antara pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang didukung Turki dengan Tentara Nasional Libya (LNA) yang dikomandoi oleh Khalifa Haftar sepertinya tidak akan pernah berakhir. 

Pasalnya, usulan gencatan senjata di Libya yang ditawarkan oleh Pemerintah Mesir dengan mengatasnamakan pasukan LNA pekan lalu ditolak mentah-mentah oleh Turki sebagai rekan koalisi Perdana Menteri GNA Libya, Fayez al-Serraj.  

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada hari Rabu, 10 Juni 2020 menyampaikan, pihaknya menolak proposal gencatan senjata yang disampaikan oleh Mesir untuk Libya. Menurut Cavusoglu, ajakan gencatan senjata yang ditawarkan oleh Mesir itu hanya bertujuan untuk menyelamatkan komandan militer pembangkang, Khalifa Haftar yang sebentar lagi akan menerima kekalahan dari pasukan GNA dan Turki.

"Upaya gencatan senjata di Kairo masih mati. Jika gencatan senjata ditandatangani, itu harus dilakukan di sebuah platform yang menyatukan semua orang. Panggilan gencatan senjata untuk menyelamatkan Haftar tampaknya tidak tulus atau dapat dipercaya bagi kita," kata Cavusoglu dikutip VIVA Militer dari Al-Jazeera News, Kamis, 11 Juni 2020.