Gawat, Australia Bisa Seret Indonesia Ikut Perang Lawan China
Minggu, 5 Juli 2020 | 12:04 WIB

Gawat, Australia Bisa Seret Indonesia Ikut Perang Lawan China

Indonesia berada di barisan yang sama dengan Amerika Serikat (AS).
VIVA Militer: Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat
Photo :
  • Asia Times

VIVA Militer: Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat

VIVA – Ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS) berdampak dengan memanasnya situasi di Laut China Selatan. Indonesia yang menjadi salah satu negara yang berada di kawasan Indo-Pasifik, dianggap berada dalam ancaman Partai Komunis China (CPC). Lantas akan berada di kubu mana Indonesia andai perang benar-benar meletus?

Menurut laporan Asia Times yang dikutip VIVA Militer, China tengah memantau aktivitas sejumlah negara yang tergabung dalam Kemitraan Strategis Kompeherensif (CSP), sebuah kemitraan yang dibuat Australia dengan sejumlah negara.

VIVA Militer: Kapal Perang Australia HMAS Parramatta.

Australia mengikat lima negara dalam kolaborasi Kemitraan Strategis Kompeherensif. Kelima negara yang masuk dalam kemitraan ini adalah Amerika, Jepang, Vietnam, India, dan Indonesia. 

Dalam data yang dikutip VIVA Militer dari situs resmi Kementerian Luar Negeri Australia, dipastikan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang menjadi salah satu mitra Negeri Kangguru. Hal tersebut tertuang dalam sebuah artikel berjudul "Deklarasi Bersama tentang Kemitraan Strategis Kompeherensif antara Australia dan Republik Indonesia".

Indonesia sepakat bergabung dalam Kemitraan Strategis Kompeherensif pada 31 Agustus 2018, saat Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison, menyambangi Istana Bogor dan bertemu langsung dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.