Amerika dalam Bahaya, Ribuan Aksi Mata-mata Militer Ketahuan China

Amerika dalam Bahaya, Ribuan Aksi Mata-mata Militer Ketahuan China

Selasa, 4 Agustus 2020 | 04:58 WIB
Data aksi pengintaian militer Amerika di Laut China Selatan terbongkar
VIVA Militer: Kapal Induk China, Liaoning (tengah), di Laut China Selatan
Photo :
  • Ministry of National Defense of the People's Republic of China

VIVA Militer: Kapal Induk China, Liaoning (tengah), di Laut China Selatan

VIVA – Makin memanasnya hubungan China dan Amerika Serikat (AS) ternyata tak hanya dalam beberapa bulan terakhir saja. Sebuah data dari lembaga penyelidikan China untuk Laut China Selatan, membuktikan bahwa militer Amerika sudah memantau pergerakan armada China lebih dari 10 tahun terakhir.

Dalam laporan VIVA Militer sebelumnya yang dirangkum dari berbagai sumber, armada militer China kerap menunjukkan kekuatan di wilayah Laut China Selatan. Sejumlah insiden pun terjadi sejak awal 2020 dan membuat Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dituding sebagai dalangnya. 

Aksi-aksi militer China ini membuat sejumlah negara Asia Tenggara geram, dan membuat Amerika memiliki dugaan kuat bahwa China memang sengaja melakukannya. Amerika beranggapan bahwa China punya ambisi menguasai wilayah Laut China Selatan, dan menciptakan istilah "Kerajaan Maritim".

Yang terbaru, terungkap sebuah fakta jika armada Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (US Armed Forces) sudah melakukan pengintaian terhadap aktivitas militer China sejak 2009 silam. Menurut laporan Global Times yang dikutip VIVA Militer, lembaga Inisiatif Penyelidikan Situasi Strategis Laut China Selatan (SCSPI) punya banyak data terkait aksi pengintaian militer Amerika.

VIVA Militer: Jet tempur China lepas landas dari kapal induk Liaoning

Laporan itu menyebut bahwa SCSPI memiliki data yang cukup akurat, karena menggunakan Automatic Identification System (AIS) dan Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B) untuk melacak kapal dan pesawat asing yang masuk Laut China Selatan.

Berita Terkait :
Saksikan Juga