Ancaman dari Markas Militer Israel Sebelum Ledakan Guncang Lebanon

Ancaman dari Markas Militer Israel Sebelum Ledakan Guncang Lebanon

Kamis, 6 Agustus 2020 | 07:04 WIB
Ancaman itu muncul beberapa jam sebelum ledakan.
VIVA Militer: Ledakan besar.
Photo :
  • VIVA Militer

VIVA Militer: Ledakan besar.

VIVA – Selasa 4 Agustus 2020, tepatnya pukul 18:07 waktu setempat, sebuah tragedi mengerikan mengguncang Lebanon. Ledakan dahsyat terjadi di Pelabuhan Beirut, lebih dari 100 orang meninggal, ribuan terluka dan banyak yang hilang entah kemana.

Sejauh ini pemerintah Lebanon menyatakan ledakan dahsyat diakibatkan zat kimi berjenis Amonium Nitrat yang dibiarkan menumpuk tanpa standar keamanan di dalam salah satu gudang penyimpanan di pelabuhan. Total terdapat 2.750 ton Amonium Nitrat di tempat itu.

Disebutkan zat kimia itu sebenarnya barang sitaan yang dilakukan pada tahun 2013. Awalnya Amonium Nitrat itu berada di atas kapal MV Rhosus berbendera Moldova yang sedang berlayar dari Batumi, Georgia menuju Beira, Mozambik.

Namun kapal itu singgah di Beirut karena mengalami masalah pada mesin. Ketika dilakukan pemeriksaan oleh petugas pelabuhan, ternyata kapal dinyatakan tak layak berlayar dan dilarang melanjutkan perjalanan. Semua kru dipulangkan ke negara masing-masing sedangkan zat kimia yang ada di kapal disita dan disimpan di gudang. Sayangnya pemilik barang dikabarkan bangkrut dan ribuan ton Amonium Nitrat dibiarkan begitu saja di dalam gudang.

VIVA Militer: Ledakan besar.

Hanya saja, penyebab yang disebutkan pemerintah Lebanon itu tak serta merta membuat banyak pihak percaya. Apalagi ledakan yang diciptakan sangat-sangat mengerikan dan dinilai mirip dengan ledakan bom nuklir.

Berbagai prasangka pun bermunculan, terutama ketika Presiden Donald Trump menyatakan bahwa ledakan itu kemungkinan adalah sebuah serangan bom. Bukan ledakan biasa.

Berita Terkait :
Saksikan Juga