Kisah Jenderal TNI Nantang Ratu Belanda dan Stop Kereta Api

Kisah Jenderal TNI Nantang Ratu Belanda dan Stop Kereta Api

Jumat, 14 Agustus 2020 | 09:02 WIB
Dari situlah rakyat Indonesia boleh naik kereta.
VIVA Militer: Jenderal TNI Oerip Soemohardjo
Photo :

VIVA Militer: Jenderal TNI Oerip Soemohardjo

VIVA – Kehidupan Jenderal TNI Oerip Soemohardjo yang sesungguhnya baru saja dimulai ketika ia menyelesaikan sekolah Belanda dan dikirim ke Magelang untuk mengikuti pendidikan di OSVIA (Opleiding School Voor Indische Ambtenaren (sekolah pendidikan untuk pegawai Pangreh Praja Hindia).

Pendidikan baru berjalan tiga tahun dan ia mendapat kabar bahwa ibunya meninggal dunia. Bahkan ketika ia baru saja berduka atas kehilangan sang ibunda tercinta, kini ia juga harus berduka karena kehilangan kakeknya, Bupati Wijayokusumo. Semenjak kejadian itulah, Oerip berubah menjadi anak yang pendiam, tenang, dan murung.

Berdasarkan pantuan VIVA Militer dari Museum TNI Jumat 14 Agustus 2020, Oerip tidak lagi tertarik pada OSVIA. Ia ingin mencari sesuatu yang sesuai dengan panggilan jiwanya. Karena pada dasarnya, Oerip melanjutkan pendidikan ke OSVIA hanya desakan keras dari orang tuanya.

Saat itu Oerip masih berada di Magelang dan kota itu dikenal sebagai kota militer. Sehingga ia berkenalan dengan salah satu anggota militer Belanda. Dari perbincangan itulah ia banyak mengetahui tentang kehidupan seorang tentara dan mulai merasa bahwa itu sesuai dengan panggilan jiwanya. 

Pada tahun 1910, Oerip meninggalkan Magelang yang di mana seharusnya ia melanjutkan pendidikan tingkat dua di OSVIA. Lalu ia memutuskan untuk pergi ke Jakarta dan mendaftarkan diri untuk mengikuti pendidikan militer tanpa memberitahu sang ayah.

Berita Terkait :
Saksikan Juga