Jenderal POM TNI Ungkap Fakta 2 Penyerangan ke Polsek Ciracas

Jenderal POM TNI Ungkap Fakta 2 Penyerangan ke Polsek Ciracas

Rabu, 16 September 2020 | 14:50 WIB
Yang terjadi Agustus 2020 dan 2018.
VIVA Militer: Letjen TNI Dodik Wijanarko
Photo :
  • Puspom TNI

VIVA Militer: Letjen TNI Dodik Wijanarko

VIVA – Komandan Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Danpuspom TNI) Mayor Jenderal TNI Eddy Rate Muis menyatakan, kasus penyerangan Markas Kepolisian Sektor Ciracas yang terjadi pada akhir Agustus 2020 tidak terkait dengan kasus penyerangan yang terjadi pada 2018.

Fakta ini menurut Mayjen TNI Eddy didapatkan dari keterangan prajurit TNI yang menjadi tersangka saat menjalani pemeriksaan di POM TNI.

"Sampai saat ini kita tidak menemukan adanya prajurit yang terlibat dalam penyerangan tahun 2018," kata Mayjen TNI Eddy Rate Muis kepada VIVA Militer di Markas Pusat Polisi Militer Angkatan Darat, Jakarta Pusat, Rabu, 16 September 2020.

Sementara itu, Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) Letnan Jenderal TNI Dodik Wijanarko mengatakan, dari total 57 oknum TNI yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, mayoritas dari mereka adalah tamtama. Dengan demikian, ketika terjadi kasus penyerangan Mapolsek Ciracas pada tahun 2018 silam, mereka masih dalam tahap pendidikan.

"Mereka rata-rata Tamtama muda. Sejauh ini hasil pemeriksaan dari saksi-saksi penyerangan tidak terkait dengan peristiwa penyerangan yang terjadi pada tanggal 11 Desember 2018 lalu," kata Letjen Dodik Wijanarko.

Berita Terkait :
Saksikan Juga
Artikel Terpopuler