Kisah Jenderal TNI Bertangan Satu Kena Granat Lalu Dilantik Jadi KSAD

Kisah Jenderal TNI Bertangan Satu Kena Granat Lalu Dilantik Jadi KSAD

Jumat, 18 September 2020 | 07:00 WIB
Beliau memotong tangannya sendiri karena sudah membusuk.
VIVA Militer : KSAD ke-4, Jenderal Mayor (Purn) TNI Bambang Utoyo
Photo :
  • Disjarah TNI AD

VIVA Militer : KSAD ke-4, Jenderal Mayor (Purn) TNI Bambang Utoyo

VIVA – Siapa yang tidak kenal dengan nama besar Jenderal TNI (purn) Bambang Utoyo? Iya, seorang prajurit TNI Angkatan Darat  kelahiran Kota Tuban, Jawa Timur pada tanggal 20 Agustus 1920 itu merupakan sosok yang sangat bersejarah dalam perjalanan organisasi  TNI AD.

Bambang Utoyo merupakan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-4 yang diangkat langsung oleh Presiden RI Soekarno, pada tanggal 27 Juni 1955 dengan pangkat Mayor Jenderal.

Dikutip VIVA Militer dari sebuah buku biografi yang berjudul "Bambang Utoyo Jiwa Ragaku untuk Negeri tercinta", perjalanan karier militer Jenderal Kehormatan (Purn) Bambang Utoyo memiliki kisah yang sangat menarik dan dapat diambil pembelajaran bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya prajurit TNI.

Kegigihannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, serta semangat hidupnya yang tinggi telah mengantarkan Bambang Utoyo sampai puncak karirr militernya di kesatuan TNI AD ketika  itu. Karena sempat ada pro-kontra ketika Presiden RI Ir.Soekarno mengangkat Bambang Utoyo menjadi KSAD.

Bagaimana tidak, Bambang Utoyo pertama kali memasuki dunia militer sebagai Gyugun. Dia tercatat sebagai prajurit yang dilatih  pejuang Jepang ketika negeri matahari terbitmasih berkuasa di Indonesia. 

Pengetahuan dan pengalamannya yang diperoleh dari Gyugun adalah modal berharga bagi Bambang Utoyo dalam pengabdian dan perjuangannya kepada TNI setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

VIVA Militer : Jenderal Mayor (Purn) TNI Bambang Utoyo (tengah)

Bambang Utoyo merupakan gerilyawan yang berjuang di Sumatera Selatan dan bertekad untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari para penjajah. 

Dalam satu peristiwa, ketika Bambang utoyo menjabat sebagai Panglima Divisi Garuda II dengan pangkat Letnan Kolonel, Bambang Utoyo dipercaya untuk memimpin perang Lima Hari Lima Malam di Sumatera Selatan melawan kolonial Belanda, tepatnya di Palembang. 

Berita Terkait :
Saksikan Juga
Artikel Terpopuler