Download Our Application
A Group Member of VIVA
img-thumb

viva.co.id

  • Senin, 14 Agustus 2017 | 14:10 WIB
  • Ketika Merdeka Masih Milik Orang Kaya saja

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Deni Yusup
Ilustrasi/Warga miskin di daerah
Photo :
  • REUTERS/Beawiharta
Ilustrasi/Warga miskin di daerah

VIVA.co.id – Mari kita melihat kemerdekaan ini. Apa yang dirasakan oleh rakyat kecil? Apa sudah merdeka secara hakiki, atau masih dalam jajahan kemiskinan dan kebodohan? Ekonomi yang makin lesu masih menjajah kehidupan mereka setiap hari

Saat ini kita merayakan Kemerdekan Indonesia yang ke-72 tahun. Jika dilihat dari usia kemerdekaan, rasanya kita telah lama merdeka. Dan bahkan, kalau disamakan dengan manusia, usia 72 tahun sudah masuk pada usia lansia. Kematangan pengalaman dan kehidupan pasti telah dirasakan bagi manusia yang sudah berusia 72 tahun.

Seharusnya, kematangan berbangsa dan bernegara telah tampak seiring usia yang makin bertambah. Secara negara, memang kita telah merdeka. Namun, apakah merdekanya telah bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat? Atau apa yang saya sebutkan di atas memang masih menjadi kenyataan pahit bagi bangsa ini?

Masyarakat masih mengalami penjajahan kemiskinan dan kebodohan setiap saat. Pertumbuhan dan  perkembangan pembangunan saat ini hanya masih dirasakan oleh segelintir orang saja. Terkesan segelintir orang yang menguasai aset bangsa ini menjadi penikmat dari kemerdekaan.

Lihat juga

Perekonomian masih hanya menguntungkan pemilik modal. Orang kaya semakin kaya, dan masyarakat miskin cukup menjadi pekerja dan penikmat kemiskinan. Saat ini ketimpangan orang kaya dan miskin semakin terlihat.

Peran pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat belum terasa. Masih kelihatan masyarakat miskin yang semakin bertambah. Walaupun di sisi lain kita bisa melihat pertumbuhan ekonomi bergerak. Tapi, pergerakan ekonomi masih berada di kalangan menegah ke atas semata.

Bagaimana kemerdekaan yang hakiki ini bisa dirasa oleh semua lapisan? Pemerintah harus lebih sensitif dalam upaya memerangi kemiskinan ini. Pemerintah harus sadar bahwa bangsa ini memiliki anak bangsa yang banyak memerlukan penanganan intensif untuk sama-sama menghilangkan penjajahan kemiskinan. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah harus betul-betul memberikan angin segar untuk kebebasan mereka dari kungkungan kemiskinan.

Peningkatan taraf hidup harus diimbangi dengan peningkatan taraf kesejahteraan hidup masyarakat di bidang ekonomi dan pendidikan. Kebijakan pemerintah Jokowi-JK sekarang, memang sepertinya mengarah ke sana. Tetapi perlu penguatan dan konsistensi dari pemangku kebijakan agar masyarakat kecil bisa cepat keluar dari himpitan perekonomian, yang kalau kita lihat dari hari ke hari semakin sangat mengkhawatirkan.

Daya beli masyarakat lesu. Masih banyak masyarakat yang belum bisa makan dan memiliki tempat tinggal. Ini menjadi pekerjaan rumah di Hari Kemerdekaan bangsa ini. Agar kemerdekaan ini betul-betul bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Bukan hanya dirasakan oleh segelintir orang yang mendapat manfaat dari kemerdekaan ini.

Rasanya kita sedih dengan begitu meriahnya perayaan kemerdekaan di berbagai tempat, tetapi ada sebagian besar dari kita yang menjalankan perayaan kemerdekaan dengan hati yang berkaca-kaca. Karena memang mereka belum merasakan kemerdekaan yang hakiki. Semoga ke depan, kita bisa merayakan kemerdekaan yang betul-betul bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. (Tulisan ini dikirim oleh Deni Yusup, Msi, Peneliti Nusantara Riset)

 

Saksikan Juga
Terpopuler