Driver Ojol dan Taksi Online Mulai 'Serbu' Fintech
Driver Ojol dan Taksi Online Mulai 'Serbu' Fintech
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-warta.jpg?v=8.7.12
Sabtu, 4 April 2020 | 16:01 WIB

Driver Ojol dan Taksi Online Mulai 'Serbu' Fintech

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/04/04/5e884c46edbe6-ekonomi-krisis-jumlah-permohonan-pinjaman-online-ojol-dan-umkm-meroket-hal-baik-atau-buruk_663_382.jpg
Photo :
    wartaekonomi

Ilustrasi ojek online. (FOTO: Ning Rahayu)

Warta Ekonomi.co.id, Bogor

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, perekonomian Tanah Air akan menghadapi kekacauan besar. Dalam skenario terparah, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan turun menjadi 0,4% negatif dan rupiah bisa menyentuh angka Rp20 ribu per dolar AS.

Penurunan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh anjloknya kegiatan investasi serta menurunnya konsumsi rumah tangga dan pemerintah, menurut Sri Mulyani. Pada akhirnya, seluruh industri di dalam perekonomian Indonesia terdampak, termasuk sektor finansial teknologi (fintech).

Startup pinjaman daring mulai melihat lonjakan permintaan pinjaman yang dapat menimbulkan sejumlah dampak negatif. "Kami menerima aplikasi 40% lebih banyak daripada bulan sebelumnya," kata CEO UangTeman, Aidil Zulkifli, dikutip dari KrAsia, Jumat (3/4/2020).

Saksikan Juga

Ikuti Permenkes, Anies Tetap Larang Ojek Bawa Penumpang

TVONE NEWS - 4 bulan lalu
loading...