Jelang Debat Kelima, Capres Diminta Sampaikan Solusi Konkret Ekonomi
Jelang Debat Kelima, Capres Diminta Sampaikan Solusi Konkret Ekonomi
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-bbc.jpg?v=8.7.10
Jumat, 12 April 2019 | 10:28 WIB

Jelang Debat Kelima, Capres Diminta Sampaikan Solusi Konkret Ekonomi

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2019/01/17/5c40ac915bf17-debat-pertama-capres-cawapres-pemilu-2019_663_382.jpg
Photo :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Debat Perdana Capres-Cawapres Pemilu 2019. Para capres dan cawapres kembali bersama-sama ikut dalam Debat Putaran Kelima 13 April 2019.

Dua calon presiden dan wakil presiden akan berhadapan dalam debat terakhir, Sabtu (13/4) malam.

Debat mengusung tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, serta perdagangan dan industri. Tema debat dinilai KPU dekat dengan masalah kehidupan sehari-hari masyarakat sehingga diperkirakan akan menyedot perhatian publik.

Apa yang akan menjadi titik berat kedua pasangan calon?

Jokowi siapkan angka, Prabowo siap dengan serangan

Menurut Usman Kansong, selaku kepala tim komunikasi politik Joko Widodo-Ma`ruf Amin, Jokowi akan menyampaikan capaian ekonomi bermodalkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan data lainnya dalam debat terakhir.

Antara lain data pengangguran yang, menurut BPS, terpangkas dari 5,94% menjadi 5,13?lam kurun waktu Agustus 2014 hingga Februari 2018.

Ada pula data pertumbuhan ekonomi yang dinilai Usman stabil di tengah kelesuan ekonomi global.

Data lainnya dari Sekretariat ASEAN yang mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tertinggi di kawasan pada 2018, yang mencapai lebih dari US$1 triliun.

"Kita mendapat pertumbuhan 5% lebih, dan nomor tiga di G20, setelah China dan India. Lima persen itu stabil, banyak negara yang memuji kita," kata Usman.

Menurutnya, pertumbuhan ke depan akan diupayakan Jokowi dari semula ditopang oleh konsumsi menjadi ditopang oleh produksi. Hal ini bakal terwujud berkat sokongan infrastruktur yang mulai berfungsi.

"Tanpa infrastruktur bagaimana kita memproduksi pangan besar-besaran kalau tidak ada bendungan," katanya.

Akan tetapi klaim kubu pasangan Jokowi-Ma`ruf tersebut akan dipatahkan oleh pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Rahayu Saraswati selaku juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang sekarang tak seperti janji Jokowi pada 2014.

"Terserah kondisi ekonomi seperti apa, janjinya dulu 7-8%," kata Rahayu.

Sementara Andre Rosiade, juru bicara BPN lainnya, mengklaim Prabowo akan membuat gebrakan.

"Pak Prabowo akan membangun ekonomi 8%," janjinya. "Pak Prabowo yang akan mewujudkan janji (Jokowi)," lanjutnya.

Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira, menyatakan pertumbuhan ekonomi 5%—meski nomor tiga di G20-—kurang bisa dibanggakan.

"Dengan kekuatan ekonomi yang diperkirakan nomor 5 tahun 2030, dan hanya tumbuh 5?ngan usia produktif yang besar, maka kita khawatir akan masuk dalam jebakan kelas menengah," katanya.

Dia menambahkan tantangan global memang besar. Namun, pertumbuhan bisa digenjot lagi, maksimal 6 % sampai lima tahun ke depan.

Meski demikian, Bhima menilai janji Prabowo untuk menggenjot pertumbuhan menjadi 8% sebagai "mimpi".

"Kalau Pak Prabowo tanpa hitung-hitungan yang matang, agak sulit diterima dengan akal sehat bisa capai pertumbuhan 6-8%. Jangan sampai mengulang mimpi-mimpi yang tidak realistis," jelasnya.

Jokowi andalkan infrastruktur, Prabowo gratiskan tol

Tim paslon 02 menyiapkan Sandiaga Uno sebagai kepala investasi Indonesia.

"Bang Sandi akan menjadi Chief Investment Indonesia," kata Andre Rosiade, juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi.

Adapun Prabowo kata Andre, akan memastikan MoU bisnis dalam investasi yang sudah ada akan terlaksana.

Sedangkan untuk memacu pertumbuhan investasi, pasangan Prabowo-Sandi menggagas penggratisan tol Jagorawi sampai Semarang.

"Lalu kita bangun infrastruktur pakai semen dan baja dari nasional bukan impor," papar Andre.

Sementara Usman Kansong dari tim paslon 01 mengklaim investasi telah berdatangan ke dalam negeri. "Komitmen dan portofolio meningkat," katanya.

Untuk melancarkannya, pasangan Jokowi-Ma`ruf akan berfokus menangani tiga penghambat.

Saksikan Juga

Di Balik Layar Panasnya Debat Capres-Cawapres 2019

BERITA - sekitar 1 tahun lalu
loading...