Pemilu di Luar Negeri Kacau, KPU Belum Dapat Informasi - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Senin, 15 April 2019 | 17:48 WIB

Pemilu di Luar Negeri Kacau, KPU Belum Dapat Informasi

Komisioner Bawaslu Muhammad Afifudin (kanan) bersama Komisioner KPU Hasyim Asyari (tengah) dan Viryan Azis (kiri) menjawab pertanyaan dari wartawan terkait dugaan surat suara tercoblos di Malaysia di media center Bawaslu RI, Jakarta
Photo :
  • ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Komisioner Bawaslu Muhammad Afifudin (kanan) bersama Komisioner KPU Hasyim Asyari (tengah) dan Viryan Azis (kiri) menjawab pertanyaan dari wartawan terkait dugaan surat suara tercoblos di Malaysia di media center Bawaslu RI, Jakarta

VIVA - Komisi Pemilihan Umum atau KPU belum bisa mengonfirmasi sejumlah informasi yang mengungkap pemungutan-pemungutan suara Pemilu 2019, di luar negeri tidak lancar.

Menurut Komisioner KPU, Hasyim Asyari, secara resmi, KPU belum menerima laporan tentang kondisi pemungutan suara di luar negeri dari Panitia-panitia Pemungutan Luar Negeri (PPLN).

"Saya belum dapat informasinya," ujar Hasyim, usai acara diskusi 'Menelaah Potensi Konflik People Power atau Sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi setelah Pemilu Serentak 2019' di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 15 April 2019.

Hasyim menyampaikan, KPU akan meminta konfirmasi kepada sejumlah PPLN terkait informasi itu. Konfirmasi mencakup kebenaran atas sejumlah video viral di media sosial, yang bahkan menunjukkan kericuhan terjadi di beberapa TPS luar negeri.

"Kalau sekarang, saya belum bisa konfirmasi," ujar Hasyim.

Hasyim juga mengungkapkan, KPU baru akan memutuskan langkah tindak lanjut, setelah mendapat konfirmasi dari PPLN. Konfirmasi penting, supaya langkah tindak lanjut diputuskan berdasarkan informasi akurat.

"Nanti kita klarifikasi dulu duduk persoalannya," ujar Hasyim.

Sebagai informasi, sejumlah pemungutan suara yang dikabarkan tak lancar, bahkan hingga menimbulkan kericuhan, terjadi di Hong Kong, Sydney, hingga Jeddah. Masalah-masalah yang dikabarkan menyebabkan hal itu terjadi, mulai dari tak cukupnya waktu pemungutan suara, WNI yang hak suaranya tidak bisa digunakan, hingga surat suara yang habis. (asp)

    Muat Lainnya...