Pemerintah Jawa Tengah Gencarkan Pembangunan di Sektor Agama - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Senin, 4 Maret 2019 | 08:00 WIB

Pemerintah Jawa Tengah Gencarkan Pembangunan di Sektor Agama

Anggaran Rp200 miliar lebih telah disiapkan.
Ganjar Pranowo dalam acara Jateng Bersholawat di alun-alun Wonosobo
Photo :

Ganjar Pranowo dalam acara Jateng Bersholawat di alun-alun Wonosobo

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak akan meninggalkan pembangunan di sektor agama.

Pada periode kedua pemerintahannya, Ganjar bahkan telah mengeluarkan program bantuan untuk pengembangan pondok pesantren, guru agama, guru Madrasah Ibtidaiyah, guru Taman Pendidikan Al-Quran serta pengembangan pendidikan keagamaan lainnya.

Hal itu disampaikan Ganjar di depan ribuan Syechermania dalam acara Jateng Bersholawat di alun-alun Wonosobo, Jumat (1/3) malam.

Menurut Ganjar, pembangunan sektor agama penting karena menjadi salah satu penentu kesuksesan pembangunan negara.

"Di periode kedua ini, saya didampingi Gus Yasin yang paham sekali tentang agama. Bersama beliau, kami menyusun berbagai program untuk pengembangan pendidikan agama di Jawa Tengah," kata Ganjar.

Salah satu program yang telah dilakukan adalah memberikan bantuan berupa insentif kepada guru ngaji, guru TPQ, guru Madin, dan pembangunan pondok pesantren.

Tak tanggung-tanggung, anggaran Rp200 miliar lebih telah disiapkan untuk membantu pengembangan pendidikan agama di Jawa Tengah.

"Maaf, memang tidak terlalu besar, namun ini upaya konkret kami dalam memperhatikan pendidikan agama di Jawa Tengah," tambahnya.

Di hadapan Habib Syech bin Abdul Qodir As-Segaf, Ganjar juga mengatakan bahwa ia tengah mengoptimalkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Saat ini, semua pendapatan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng dialokasikan untuk membayar zakat sebesar 2,5 persen.

"Hasilnya sangat besar, dalam sebulan lebih dari Rp2,5 miliar hasil yang terkumpul. Uang tersebut dapat digunakan pula untuk berbagai program, seperti renovasi rumah tidak layak huni, pembangunan pondok pesantren, sekolah, dan sebagainya," tegasnya.

Ia terus berusaha mendorong optimalisasi Baznas di Jawa Tengah. Selain di Provinsi, pihaknya juga mendorong optimalisasi Baznas di seluruh Kabupaten/Kota.

Dalam kesempatan itu pula, Ganjar tak lupa mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk tetap menjaga persatuan dan kerukunan.

Apalagi, menjelang pesta demokrasi, masyarakat diminta tidak mudah termakan isu berita yang menyesatkan, hoaks, ujaran kebencian, dan sebagainya.

"Mari tetap menjaga kerukunan dan persatuan. Jangan mudah terpancing isu hoaks. Kalau ada kabar yang menyesatkan dan belum tentu kebenarannya, tanya pada romo kyai untuk mengecek kebenarannya," pungkasnya.

Selain dihadiri Gubernur Ganjar dan Habib Syech, acara itu juga dihadiri sejumlah pejabat, seperti Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji, dan Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh.

Dalam tausiahnya, KH Ubaidillah Shodaqoh mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersholawat. Menurutnya, dengan bersholawat maka hati akan tenang dan pikiran tenteram.

"Kalau hati dan pikiran tenang, maka kita tidak akan mudah termakan isu hoaks dan ujaran kebencian lainnya," ucapnya.

Ia menerangkan bahwa isu hoaks sebenarnya bukan hal baru. Sejak zaman Nabi Muhammad, berita bohong juga sudah berkembang.

"Jadi kalau mendapat informasi yang tidak jelas sumbernya, maka tabayyun. Harus dicari sumber kebenarannya, jangan tidak tahu malah ikut menyebarkan isu hoaks tersebut," tutupnya.

Saksikan Juga

Kecewa Berat! Detik-detik Persija Pecat Julio Banuelos

LIGA INDONESIA - 3 jam lalu
loading...
Muat Lainnya...