Cek Fakta: Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan Cucu Dedengkot PKI
Senin, 8 Juni 2020 | 15:38 WIB

Cek Fakta: Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan Cucu Dedengkot PKI

Wahyu Setiawan disebut cucu dari ketua pertama PKI.
Komisioner KPU Wahyu Setiawan (kanan) berjalan seusai diperiksa di gedung KPK
Photo :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Komisioner KPU Wahyu Setiawan (kanan) berjalan seusai diperiksa di gedung KPK

VIVA – Mantan komisoner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan disebut sebagai cucu seorang dedengkot sekaligus ketua pertama Partai Komunis Indonesia (PKI), Semaun, menurut sebuah pesan yang beredar di media sosial.

Wahyu Setiawan, yang kini menjadi tersangka kasus suap, disebut dalam pesan rumor itu anak dari seorang pria bernama Slamet. Sedangkan Slamet ialah anak dari Semaun si dedengkot PKI yang sezaman dengan Tan Malaka.

Berikut ini narasi selengkapnya dari kabar itu:

“Copas Irianti Djuremi Reinke

Tak usah heran, terkejut, atau heboh kalau Wahyu Setiawan adalah anak dari SLAMET, sebab memang kakeknya adalah SEMAUN. Semaun itu jelas KOMUNIS. Semaun belajar bareng Soekarno (NASIONALIS) dan Kartosowirjo (DARUL ISLAM). Soekarno berkuasa negara, lalu Semaun berontak, datang agresi militer Belanda ke 2, setelah ditahan Soekarno-Hatta berkuasa kembali atas negara boneka ini, lalu membungkam Kartosoewirjo berikut dengan buah pemikirannya, PKI hadir kembali ditangan DN Aidit, kemudian Soekarno mesra dengan PKI terbukti hadirnya Nasakom dan berontak untuk kedua kalinya.

Jadi nyambung khan, sekarang ini banyak anak-anak PKI ada dimana-mana, termasuk ada di Istana Negara, KPU, MK, DPR, POLRI, KEJAGUNG, dan berkembang biak dibanyak Partai, utamanya PDI PERJUANGAN. Beginilah akhirnya kita, sebenarnya kita telah berada di masa pemberontakan PKI ketiga.  
Kapan itu terjadinya, saat dimulai Reformasi yang sangat prematur usai Soeharto lengser. Mau bilang apa sekarang, coba? Tak usah heran, terkejut, atau heboh. Mestinya kita menyesali dan memetik hikmah dibalik lengsernya Orde Baru. JANGAN MUNAFIK!”

HASIL CEK FAKTA