Hoax atau Fakta: Ledakan di Lebanon akibat Serangan Bom Nuklir

Hoax atau Fakta: Ledakan di Lebanon akibat Serangan Bom Nuklir

Kamis, 6 Agustus 2020 | 18:55 WIB
Si pengunggah video menyebut ledakan itu akibat serangan bom nuklir:
Tangkapan layar (screenshot) sebuah akun Facebook yang mengunggah video rekaman peristiwa ledakan di kota Beirut, Lebanon.
Photo :
  • Cekfakta.com

Tangkapan layar (screenshot) sebuah akun Facebook yang mengunggah video rekaman peristiwa ledakan di kota Beirut, Lebanon.

VIVA – Sebuah akun Facebook bernama Info penting (fb.com/gmail.anang) mengunggah satu rekaman video yang memperlihatkan ledakan besar di kota Beirut, Lebanon, pada 4 Agustus 2020. Si pengunggah video menyebut ledakan itu akibat serangan bom nuklir.

Berikut ini keterangan yang ditulis akun Info penting untuk video ledakan itu:

“4 agustus 2020
Lebanon saat diserang bom nuklir
Ngeri dan sedih
Telah hancur lah negara jika sudah di keluar kan nuklir”

HASIL CEK FAKTA

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Lebanon diserang bom nuklir pada 4 Agustus 2020 adalah klaim yang salah. Faktanya, ledakan yang terjadi di Beirut, Lebanon, itu bukan karena bom nuklir. Pemerintah Lebanon meyakini biang keroknya adalah gudang di pelabuhan yang terbakar. Gudang itu menyimpan sekitar 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan di gudang lokasi ledakan besar Beirut.

Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab, mengatakan ada sekitar 2.750 ton amonium nitrat tersimpan di gudang lokasi ledakan besar Beirut. Hassan menyebut pengiriman bahan pemicu ledakan itu tersimpan di gudang selama enam tahun.

“Tidak dapat diterima bahwa pengiriman 2.750 ton amonium nitrat telah ada selama enam tahun di sebuah gudang, tanpa mengambil langkah-langkah pencegahan, Itu tidak bisa diterima dan kita tidak bisa diam tentang masalah ini.” kata Diab pada pertemuan dewan pertahanan, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (4/8/2020).

Berita Terkait :
Saksikan Juga