Manuver Demokrat Bubarkan Koalisi | Halaman 2

Manuver Demokrat Bubarkan Koalisi

Selasa, 11 Juni 2019 | 06:18 WIB
Demokrat menyebut tanpa motif politik.
Pertemuan SBY dan Prabowo Subianto di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan
Photo :
  • Abror Rizki

Pertemuan SBY dan Prabowo Subianto di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan

Pernyataan Prabowo membuat gestur SBY berubah. Ia buru-buru melakukan klarifikasi. SBY mengatakan, pernyataan Prabowo tidak pada tempatnya. Sebab, ia masih merasa berduka cita dan sangat kehilangan. Tidak elok membicarakan politik di tengah situasi yang penuh duka itu. 

Perbedaan pendapat Partai Demokrat dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga Koalisi Adil Makmur seperti tak pernah usai. Nyaris dua bulan berlalu sejak Pemilu 2019 digelar.

Politik pascapilpres nyaris tak pernah turun tensi. Situasi itu memang terlihat di sebagian parpol pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Setelah kemenangan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, dukungan sebagian parpol koalisi pada pasangan Prabowo-Sandi terlihat menyurut. Terutama Partai Demokrat, yang sejak awal bergabung acap terlibat beda pendapat dengan yang didukungnya. 

Hanya berselang hari setelah Prabowo menyatakan pilihan Almarhumah Ani Yudhoyono kepadanya, kader partai berlambang bintang mercy kembali melakukan manuver. Di hari raya Idul Fitri, beredar foto dua anak SBY dan menantunya bersama Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, dan Prananda.

Tapi, hingga tulisan ini diturunkan belum terlihat foto Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bersama Prabowo atau Sandiaga. 

Tak selesai dengan foto itu, pada Kamis, 6 Juni 2019, politikus Partai Demokrat, Andi Arief, melalui akun Twitternya meminta koalisi 02 berhenti menyalahkan SBY, AHY, dan Partai Demokrat sebagai penyebab kekalahan mereka. Andi menyebutkan, kekalahan Prabowo-Sandi terjadi justru karena tak mau mendengarkan saran dari Demokrat, agar tak memilih Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden.  

Hanya selisih dua hari, berikutnya giliran Rachland Nashidik juga mengeluarkan pernyataan yang oleh kubu paslon 02 dianggap menyudutkan mereka. Melalui akun Twitternya @RachlandNashidik, ia meminta agar Prabowo membubarkan Koalisi Adil Makmur. 

Sikap tak sejalan Partai Demokrat dengan Prabowo dan Koalisi Adil Makmur juga ditunjukkan SBY. Setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan rekapitulasi suara, SBY menyatakan partainya menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh lembaga penyelenggara pemilu itu. Pengumuman itu lalu disusul pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono dengan Jokowi. 

Benarkah Pecah?

Pernyataan SBY yang menerima hasil pemilu, pertemuan AHY dan Jokowi, kedatangan AHY dan Ibas bersilaturahmi ke Megawati dan Puan, juga pernyataan Rachland dan Andi Arief seperti melengkapi kepingan isu tentang retaknya hubungan Partai Demokrat dan Koalisi Adil Makmur. 

Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Demokrat, Ferdinand Hutahaean, mengatakan tak menampik pihaknya menjaga jarak dengan koalisi 02. Salah satu alasannya, karena perbedaan pandangan dengan elite Badan Pemenangan Nasional (BPN) dalam menyikapi pengumuman rekapitulasi pilpres.

Berita Terkait :
Saksikan Juga