Mayat Editor Metro TV, Militer China Makin Gila dan Lampu Merah Jokowi
Sabtu, 11 Juli 2020 | 04:40 WIB

Mayat Editor Metro TV, Militer China Makin Gila dan Lampu Merah Jokowi

Berikut ini 5 artikel terpopuler di VIVA.co.id, Jumat 10 Juli 2020.
Editor Metro TV Yodi Prabowo ditemukan tewas di pinggir jalan tol
Photo :
  • VIVAnews/Vicky Fazri

Editor Metro TV Yodi Prabowo ditemukan tewas di pinggir jalan tol

VIVA – Penemuan mayat pria muda di pinggir tol menggemparkan warga Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Ternyata, terungkap bahwa mayat tersebut adalah editor Metro TV bernama Yodi Prabowo (26).

Penemuan mayat Yodi terjadi pada Jumat pagi, 10 Juli 2020, ketika anak-anak bermain layangan di pinggiran tol kawasan Ulujami, Jakarta Selatan. Direktur Pemberitaan Metro TV, Arief Suditomo, membenarkan almarhum adalah salah satu editor di stasiun tv mereka. 

Dia menyatakan peristiwa tersebut merupakan berita duka buat mereka dan keluarga korban. Dia pun meminta polisi sesegera mungkin untuk mengungkapkan kasus ini agar almarhum Yodi Prabowo lebih tenang. Artikel tersebut menjadi terpopuler di laman VIVA pada Jumat 10 Juli 2020. 

Selain itu, Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) memulangkan kapal induk tenaga nuklir, USS Theodore Roosevelt, setelah enam bulan berlayar untuk mendukung operasi Indo-Pasifik. USS Theodore Roosevelt yang membawa lebih dari 6.000 pasukan tiba di Pangkalan Angkatan Laut San Diego, Kamis 9 Juli 2020.

Artikel tak kalah menarik lainnya juga datang dari dunia militer. Fakta menarik terungkap dari kekuatan militer Tentara Nasional Indonesia di dunia. Ternyata Indonesia merupakan raksasa ketiga dunia yang terbanyak memiliki armada tempur laut Kapal Perang jenis Corvette atau Korvet.

Selain ketiga artikel di atas, dua lainnya juga menjadi perhatian pembaca VIVA. Berikut terangkum dalam Round Up: 

1. Mayat Pria di Pinggir Tol ternyata Editor Metro TV

Mayat pria muda di pinggir tol ternyata editor Metro TV bernama Yodi Prabowo (26). Penemuan mayat tersebut menggegerkan warga Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Direktur Pemberitaan Metro TV, Arief Suditomo, membenarkan almarhum adalah salah satu editor di stasiun tv mereka. Dia menyatakan peristiwa tersebut merupakan berita duka buat mereka dan keluarga korban.