Mau Sewa Mobil Mewah Lepas Kunci, Ini Syaratnya - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Selasa, 21 Mei 2019 | 16:44 WIB

Mau Sewa Mobil Mewah Lepas Kunci, Ini Syaratnya

Harus menyiapkan beberapa dokumen.
Ilustrasi mobil mewah
Photo :
  • Porsche AG

Ilustrasi mobil mewah

VIVA – Pulang ke kampung halaman, kini tidak perlu direpotkan dengan mencari tiket murah atau bahkan membeli mobil baru. Bagi yang ingin tampil gaya dan tetap nyaman saat mudik, bisa menyewa mobil mewah.

Menariknya, perusahaan rental juga menyiapkan layanan lepas kunci. Artinya, mobil tersebut bisa lebih leluasa menemani perjalanan selama musim libur lebaran, tanpa perlu memikirkan sopir rental.

Pegawai dari perusahaan rental Sembodo RentCar, Olive mengatakan, pemudik bisa menikmati fasilitas lepas kunci, walaupun mobil yang disewa masuk kategori kendaraan mewah.

"Kami bisa lepas kunci, selama persyaratan semua memenuhi dan validasi data, serta survei tim internal kami menyatakan oke untuk penyewa tersebut," ujarnya saat dihubungi VIVA, Selasa 21 Mei 2019.

Olive mengatakan, persyaratan yang wajib disediakan oleh penyewa mobil mewah untuk mengemudi sendiri antara lain, KTP suami-istri jika sudah menikah, kartu keluarga, SIM A, Kartu Keluarga, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), serta pajak bumi dan bangunan atas nama yang sama.

"Kalau penyewa itu pengusaha, nanti bisa menyebutkan lokasi usahanya atau kantor jika bekerja di perusahaan atau instansi. Nanti akan dilakukan survei terlebih dahulu. Setelah beres, ada surat perjanjian dan pembayaran deposit Rp1 juta," tuturnya. 

Sementara itu, pegawai dari perusahaan rental mobil 168 Premium Car, Sofari mengatakan, pihaknya juga menyiapkan fasilitas lepas kunci bagi pemudik yang ingin menyewa mobil mewah.

"Yang kami sewakan barang bergerak, jadi memang harus diantisipasi untuk penyewa lepas kunci. Ada persyaratan administratif, seperti harus punya KTP, KK, SIM yang masih berlaku, PBB, rekening bank dan telpon, lalu kartu identitas karyawan," jelasnya.

Setelah persyaratan tersebut disiapkan, kata Sofari, maka tim internal akan melakukan pemeriksaan silang data, serta survei. Jika semua dinyatakan oke, maka penyewa harus membayar penuh biaya sewa, sesuai dengan lama pemakaian kendaraan.

"Paling nyaman dan mudah memang pakai sopir, enggak perlu repot-repot," ungkapnya. (yns)

Muat Lainnya...