Melepas Ramadhan dengan Takbir
Melepas Ramadhan dengan Takbir
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-republika.png?v=8.7.22

Melepas Ramadhan dengan Takbir

Jumat, 22 Mei 2020 | 13:13 WIB
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/05/22/5ec76c8b35af2-melepas-ramadhan-dengan-takbir_663_382.jpg
Photo :
    republika

Source : Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Dr KH Syamsul Yakin MA

Apabila tiba waktunya, kita akan melepas bulan Ramadhan dengan takbir. Alah Allah SWT berfirman, “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. al-Baqarah/2: 185).  Yang dimaksud mengagungkan Allah SWT adalah bertakbir.

Takbir yang dikumandangkan ini termasuk takbir mursal, yakni takbir yang dapat dibaca kapan saja dan tidak harus mengikuti shalat fardhu seperti halnya takbir muqayyad. Takbir muqayyad (takbir yang tertentu waktunya) merupakan zikir yang biasa dibaca seusai shalat fardhu. Dari segi irama, kedua jenis takbir ini juga berbeda tempo dan dinamikanya.

Wahbah al-Zuhaili dalam Tafsir Munir berkata bahwa ayat di atas adalah dalil disyariatkannya takbir  pada Hari Raya Idul Fitri. Lafadz takbir adalah Allahu Akbar. Di antara para ulama ada yang bertakbir, bertahlil, dan bertasbih pada waktu bertakbir. Misalnya, "Allahu Akbar Kabiraa, Walhamdulillah Katsiraa, Wasubhanallahi Bukrataa Waashilaa".

Mayoritas ulama berpendapat, seperti dikutip Wahbah al-Zuhaili  dalam al-Fiqhu al-Islami wa Adillatuhu, takbir boleh dilakukan di rumah-rumah, masjid-masjid, pasar, dan jalanan, yaitu mulai pagi hari hingga sesaat sebelum shalat dengan suara keras, sampai dimulainya shalat Idul Fitri, yang disunahkan dilakukan secara berjamaah.

Saksikan Juga