Jumlah Pemudik dari Jakarta ke Jawa Tengah Diperkirakan 8,6 Juta Orang - VIVA
X
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Jumat, 24 Mei 2019 | 21:23 WIB

Jumlah Pemudik dari Jakarta ke Jawa Tengah Diperkirakan 8,6 Juta Orang

Mudik gratis hingga jalan mulus telah disiapkan Pemprov Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Photo :
  • VIVA/Dwi Royanto

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

VIVA – Sejumlah persiapan telah dimatangkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghadapi arus mudik Lebaran 2019. Diprediksi jumlah pemudik dari Ibu Kota Jakarta yang pulang ke sejumlah daerah Jateng mencapai 8,6 juta orang.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyatakan, jajarannya terus mematangkan persiapan menghadapi arus mudik lebaran dengan menggelar rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) di Hotel Patrajasa, Semarang, Jumat, 24 Mei 2019.

Salah satu yang telah disiapkan pemprov Jateng adalah 290 bus mudik gratis bagi warganya. Mudik gratis menggunakan bus pertama kali  diberangkatkan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada 1 Juni 2019 mendatang.

"Mudik gratis ini kita siapkan dan saya lepas pada 1 Juni mendatang. Jasa Raharja juga akan bantu," kata Ganjar. 

Ia memprediksi, jalur darat masih akan jadi favorit pemudik yang datang ke Jawa Tengah. Jalur tol Trans Jawa diprediksi menjadi jalur utama dari Ibu Kota nantinya.

Karenanya sejumlah antisipasi kemacetan telah disiapkan bersama instansi terkait. Seperti halnya adanya pasar tumpah, arah putar balik, serta kesiapan SPBU yang dilakukan oleh Pertamina. 

Ganjar optimistis semua jalur alternatif di Jawa Tengah sudah siap untuk dilewati pemudik. Bupati dan wali kota di 35 daerah juga telah diperintahkan untuk melakukan persiapan serta perbaikan seluruh jalur alternatif yang ada. Pemprov Jateng juga telah berkomitmen memerintahkan semua rekanan untuk menghentikan semua pekerjaan perbaikan jalan pada H-10 lebaran nanti.

"Apabila ada lubang-lubang kecil, saya perintahkan ditambal dulu. Kalau ada jalan yang melintas di daerah darurat dan membutuhkan penerangan, saya perintahkan dipasang penerangan portable," katanya.

Seluruh kabupaten kota yang dilewati pemudik, Ganjar meminta, agar bisa menjajakan produk UKM-nya agar menghidupkan roda ekonomi daerah. Salah satunya di wilayah jalur Selatan Jateng yang diprediksi menjadi alternatif pemudik, selain jalur utama Pantai Utara.

"Jalur Selatan itu lurus banget dan mulus. Tapi tempat jajanan masih kurang, tempat wisata juga silakan dipromosikan. Seperti wisata desa dari Bumdes," tutur Ganjar.

Terkait harga bahan pokok, Ganjar juga telah rutin melakukan pengecekan di sejumlah pasar tradisional. Ia senang bahwa harga bahan pokok saat ini relatif stabil. Demikian juga harga bawang yang sebelumnya sempat tinggi kini sudah kembali normal. (kom)
 

loading...
Muat Lainnya...