Awal Mula Populernya Istilah Mudik

Awal Mula Populernya Istilah Mudik

Selasa, 4 Juni 2019 | 13:45 WIB
Istilah mudik mulai dipakai pada 1970-an.
Pemudik roda dua melintasi kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Photo :
  • ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Pemudik roda dua melintasi kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

VIVA – Menjelang Idul Fitri, masyarakat Indonesia melakukan perjalanan mudik ke tempatnya masing-masing. Istilah mudik sudah lekat dan menjadi tradisi dalam perjalanan pulang kampung untuk merayakan Lebaran bersama keluarga tercinta.

Istilah mudik, menurut catatan Google, dalam tradisi nusantara telah berakar sejak abad ke-14. Praktik mudik dalam tradisi masa lalu di nusantara merupakan perjalanan pulang kampung berkunjung ke tanah kelahiran atau tanah nenek moyang. 

Catatan Google, manuskrip dari periode Kerajaan Majapahit menunjukkan, para bangsawan kala itu sering bepergian dari Ibu Kota Majapahit, Trowulan, sekarang masuk wilayah Kediri, ke rumah leluhur mereka. Misi pulang kampung kala itu untuk menghormati dan menenangkan roh leluhur. 

Beralih waktu, tradisi pulang kampung ke tanah leluhur menjadi ritual. Misalnya saja, orang Hindu Bali pulang kampung halaman untuk merayakan hari Suci Galungan dan Kuningan. Mereka meyakini, pada hari suci tersebut, roh leluhur mengunjungi mereka yang masih hidup. 

Berita Terkait :
Saksikan Juga