BW Ungkap Data Suara, MK Independen dan KPU Siap Hadapi Gugatan - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Sabtu, 15 Juni 2019 | 06:00 WIB

BW Ungkap Data Suara, MK Independen dan KPU Siap Hadapi Gugatan

Sidang perdana sengketa Pilpres di MK menarik perhatian banyak pembaca
Ketua Tim Hukum Prabowo-Subianto, Bambang Widjojanto.
Photo :
  • VIVA.co.id/Reza Fajri

Ketua Tim Hukum Prabowo-Subianto, Bambang Widjojanto.

VIVA – Data perolehan suara yang dimiliki tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto paling menyedot perhatian pembaca VIVA selama Jumat 14 Juni 2019. Artikel mengenai hal itu pun jadi terpopuler. 

Artikel terpopuler kedua jelang akhir pekan ini adalah penegasan Mahkamah Konstitusi sengketa Pilpres 2019. Hal itu disampaikannya pada sidang pertama kasus tersebut. 

Terpopuler ketiga di laman VIVA adalah pernyataan tim hukum Prabowo yang menyebut, kuasa hukum kubu 01 ketar-ketir dengan guguatan yang dilayangkan. 

Kemudian, artikel terkait permintaan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat atau GNKR agar MK profesional jalani proses persidangan, jadi berita terpopuler keempat. 

Sementara itu, artikel terpopuler kelima sial penegasan KPU yang tak gentar hadapi kubu Prabowo dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di MK. 

1. BW Ungkap Perolehan Suara Sebenarnya Prabowo-Sandi, Ini Datanya

Pengacara Paslon 02, Bambang Widjojanto.

Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut ada fakta terjadi penggerusan dan penggelembungan suara dalam Pilpres 2019. Berdasarkan hitungan Tim IT internal, ada penggerusan suara 02 lebih dari 2,5 juta dan penggelembungan suara 01 di atas 20 juta. 

Proses itu diduga dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi dengan ditemukannya indikasi proses rekayasa atau engineering. Sekaligus adjustment atas perolehan suara yang dari awal sudah didesain dengan komposisi atau target tertentu dengan menggunakan sistem IT tertentu.

Baca selengkapnya

2. Buka Sidang Pilpres, Ketua MK: Sejak Disumpah, Kami Independen

Gedung Mahkamah Konstitusi

Sidang perdana dengan agenda pendahuluan terkait perselisihan hasil Pilpres 2019, dimulai di Mahkamah Konstitusi atau MK. Sidang dipimpin langsung Ketua MK, Anwar Usman.

Mengawali permulaan sidang, Anwar sempat menyamaikan ucapan minal aidin walfa idzin. Anwar yang memimpin sidang bersama delapan hakim MK lainnya, menegaskan komitmennya untuk independen dalam bekerja. 

Baca selengkapnya

3. Tim Prabowo-Sandi: Kuasa Hukum 01 Ketar-ketir dengan Gugatan Kami

Sidang Perdana Gugatan Pilpres 2019 di MK

Sidang perdana terkait Perselilihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 digelar Jumat, 14 Juni 2019. Jelang sidang dengan agenda pendahuluan itu, kubu pemohon yakni tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menantang pihak lawan agar bersaing dengan pembuktian di persidangan.

Tim hukum Prabowo-Sandi, Teuku Nasrullah mengatakan, ini karena kubu 01 seperti berusaha habis-habisan agar Mahkamah Konstitusi (MK) tak menerima permohonan yang diajukan pihaknya. Bila permohonan tim Prabowo tak diterima hakim maka pokok perkara hingga dalil-dalil tak bisa dibuktikan.

Baca selengkapnya

4. Pimpin Aksi, Eks Penasehat KPK Minta MK Profesional

Mantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua

Koordinator lapangan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat atau GNKR, Abdullah Hehamahua, membantah aksi yang digelar pihaknya untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Eks Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu memimipin aksi untuk mengingatkan dan mengawal Mahkamah Konstitusi (MK) agar profesional.

Baca selengkapnya

5. KPU Siap Hadapi Kubu Prabowo di Sidang Perdana MK

Ketua KPU Arief Budiman Saat Sidang Gugatan Pilpres 2019 di MK

Sidang perdana perselisihan hasil Pilpres 2019 digelar di Mahkamah Konstitusi. Komisi Pemilihan Umum atau KPU sebagai pihak termohon turut menghadiri sidang perdana yang digelar pagi ini.

Arief menjelaskan masing-masing dari pihaknya sudah mempelajari dan menguasai hal-hal pokok perkara yang harus dijelaskan di proses persidangan. Jawaban dan alat bukti sudah disampaikan ke MK.

Baca selengkapnya

(ren)

loading...
Muat Lainnya...