Karantina karena Corona, Pencarian Film Porno di China Meningkat
Kamis, 12 Maret 2020 | 00:30 WIB

Karantina karena Corona, Pencarian Film Porno di China Meningkat

Lonjakan pencarian porno terlihat sejak masa karantina dijalankan.
Ilustrasi Film Porno.
Photo :
  • Pixabay

Ilustrasi Film Porno.

VIVA – Virus corona yang bermula di China dan berkembang begitu pesatnya memaksa otoritas setempat melakukan beberapa upaya dalam mencegah penyebaran, salah satunya adalah karantina. Dalam keadaan karantina, masyarakat tetap menjalani kehidupannya di dalam rumah. Mereka menghabiskan waktu dengan bekerja, bermain gim, berolahraga, juga menonton video porno.

Dilansir dari SCMP, kata yang merujuk kepada pornografi yaitu ‘Maopian’ (sebuah kata dari Bahasa China yang jika diterjemahkan secara literal menjadi Film Rambut), mengalami pelonjakan di Baidu, mesin pencarian terbesar di negeri Tirai Bambu tersebut. Angka tersebut didapat dari Baidu Index. Lonjakan tersebut bertepatan dengan dimulainya libur nasional yang diperpanjang pemerintah untuk mengatasi epidemi.

Namun tampaknya masyarakat tidak hanya mencari satu kata kunci saja, mereka juga mencari dengan kata kunci seperti, ‘Eropa dan AS Gratis Tonton’ dan ‘Film’, sebuah kata dalam Bahasa China yang juga merujuk kepada konten porno. Pencarian oleh Abacus di mesin pencari Baidu menemukan bahwa kata kunci ini mengarah ke situs web yang mengandung materi dewasa. Situs tersebut bahkan dapat diakses di China Daratan di mana pornografi dilarang.