Orang Indonesia untuk Pertama Kalinya Diundang jadi Juri Piala Oscar
Orang Indonesia untuk Pertama Kalinya Diundang jadi Juri Piala Oscar
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-bbc.jpg?v=8.7.12
Kamis, 2 Juli 2020 | 12:49 WIB

Orang Indonesia untuk Pertama Kalinya Diundang jadi Juri Piala Oscar

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/07/02/5efd74375154a-piala-oscar-amelia-hapsari-warga-indonesia-pertama-yang-diundang-jadi-juri-academy-awards_663_382.jpg
Photo :
  • bbc

AMELIA HAPSARI

Pembuat film dokumenter Amelia Hapsari menjadi warga Indonesia pertama yang diundang untuk menjadi juri Piala Oscar.

Perempuan asal Semarang, Jawa Tengah, itu termasuk dalam 819 orang dari jajaran aktor dan pembuat film yang mendapat undangan untuk bergabung dengan Academy of Motion Pictures Arts and Sciences, organisasi profesi sineas di industri perfilman Hollywood.

Menyusul gerakan #OscarsSoWhite pada 2016, yang memprotes dominasi orang kulit putih di Akademi, organisasi profesi itu berjanji untuk menambah jumlah anggota perempuan serta kulit hitam, etnis Asia, dan minoritas etnis lainnya (Black, Asian, and Minority Ethnic; BAME).

Kepada BBC News Indonesia, Amelia, 41 tahun, mengatakan dirinya "senang" telah mendukung rekan-rekan dari industri dokumenter dunia yang selama beberapa tahun belakangan secara sadar berusaha menambah keberagaman di ajang penghargaan Oscar — salah satunya dengan mencari suara-suara dari negara dunia ketiga sebagai juri.

Amelia mengatakan itulah yang akan menjadi kontribusinya di Akademi.

"Dengan saya sudah masuk, berarti tugas saya untuk mem-vote film-film yang terus menyuarakan keberagaman, dan juga terus membantu lagi bertambahnya nominasi dan juri dari Asia Tenggara," ujarnya kepada wartawan BBC News Indonesia, Pijar Anugerah, melalui telepon.

 

Siapa Amelia Hapsari?

 

Peran Amelia sebenarnya lebih banyak di balik layar. Dia menjabat sebagai direktur program di In-Docs, organisasi nirlaba yang bertujuan memperkenalkan film-film dokumenter dari Asia Tenggara ke dunia internasional.

Pada 2017 dan 2018, In-Docs bekerja sama dengan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk mengadakan forum dokumenter internasional Docs by The Sea.

Dalam forum tersebut, mereka memilih 30 proyek dokumenter dari Asia Tenggara yang kemudian dipresentasikan kepada para pengambil kebijakan di industri dokumenter internasional, termasuk penyelenggara festival-festival film tenama seperti Sundance dan Tribeca.

Dari situlah Amelia mulai dipandang sebagai kurator film-film dokumenter berkualitas dari Asia Tenggara.

"Mereka melihat bahwa film-film yang kami dukung ini sangat berkualitas. Banyak festival-festival yang kemudian jadi mitra kami ... Kemudian banyak sekali film-film Asia Tenggara yang masuk ke festival-festival kemudian mendapat tawaran broadcast dari berbagai negara," ujarnya.

Sebagai direktur program di In-Docs, Amelia menginisiasi dan menyelenggarakan berbagai program yang mendukung para pembuat film dokumenter di Indonesia dan Asia Tenggara, antara lain IF/Then dan Good Pitch.

Saksikan Juga

Puisi Neno Warisman, Sandiaga Ditolak & Piala Oscar

BERITA - sekitar 1 tahun lalu
loading...