Gala Balet 2, Saatnya Penari Difabel Dunia Unjuk Kebolehan
Selasa, 19 September 2017 | 18:16 WIB

Gala Balet 2, Saatnya Penari Difabel Dunia Unjuk Kebolehan

Diikuti oleh para penari difabel.
Ballet ID
Photo :
  • VIVA.co.id/Rintan Puspitasari

Ballet ID

VIVA.co.id – Keindahan tarian berasal dari seluruh anggota tubuh yang bergerak satu sama lain. Tapi pernahkah terbayang jika tarian juga bisa tampak indah dengan keterbatasan?

Bekerja sama dengan British Council Indonesia, Kedutaan Besar Australia dan Institut Prancis, Ballet ID akan segera membuat masyarakat terbuka mata dan pikirannya, bahwa mereka yang memiliki keterbatasan ini tidak memerlukan tatapan iba atau hal lainnya yang memandang sebelah mata mereka. Mereka sanggup dan bisa berkarya sama seperti penari pada umumnya.

Mengangkat tema An Inclusive Dance Event, pentas Gala Balet Indonesia kedua ini akan melibatkan sejumlah penari difabel dan non-difabel Indonesia, serta menyandingkan mereka dalam sebuah kolaborasi unik dengan penari internasional dari Candoco Dance Company, Marcbrew company, Queensland Ballet, Universal Ballet.
Ada Daniel Daw, penari dari Candoco Dance Company, Inggris, yang menderita cerebral palsy, kemudian Magali Saby, penari dari Prancis yang harus bergantung dengan kursi rodanya, begitu pun dengan Marc Brew dari Australia yang juga harus berada di atas kursi roda usai mengalami kecelakaan.

Topik