Profil Suwardi - VIVA
Suwardi

Suwardi

Magetan, 25 Desember 1984
s/d
Sekarang
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/tokoh/2016/11/30/583ea3ef4c6a9-suwardi-ql_324_116.jpg
Riwayat

Mengadu nasib di kota orang mengantarkan pria asal Magetan ini berujung kesuksesan. Mulai dari tukang bakso, bekerja di bengkel, buruh perkebunan kelapa sawit hingga menjadi petarung. Kini, Suwardi dikenal sebagai petarung Mixed Martial Arts.

Hidup Suwardi penuh warna. Setelah mengalami hidup yang cukup sulit sejak masa kecil, Suwardi berhasil menorehkan prestasi di turnamen beladiri campuran atau yang biasa disapa Mixed Martial Arts (MMA) tingkat nasional bertajuk One Pride MMA, yang tayang di tvOne. Tak hanya menjadi juara, kepopuleran pun kini sudah diraihnya.

Kehidupan pria kelahiran Magetan, 25 Desember 1984, kini sudah berubah. Suwardi sudah bisa menjalani kehidupannya dengan mapan bersama istrinya yang bernama Rita dan ketiga anaknya, Jane Pranaharum, Kalani Shasikirana dan Tristan Andra Raditya, di Bogor.

Sejak kecil, kehidupan anak pertama dari pasangan Giman dan Tarmi ini tak seperti anak-anak lainnya. Hal itu sangat wajar mengingat orang tuanya tergolong kurang mampu. Dia pun rela untuk tak meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Suwardi  pun hanya lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Meski begitu, Suwardi kecil sudah mulai menyukai beladiri. Dia sempat menimba ilmu silat di Persaudaraan Setia Hati Terate sejak masih Sekolah Dasar (SD).

Melihat kondisi orang tuanya yang kurang mampu, Suwardi pun berpikir dewasa. Ia memilih untuk pergi merantau demi mencari pekerjaan usai lulus SMP. Nasib pun membawanya ke Madura dan berjualan bakso di sana.

Awal tahun 2000, Suwardi kembali berpindah. Kali ini, dia pindah ke Bogor dan bekerja di bengkel motor. Berada di Bogor, Suwardi akhirnya terpikir untuk pindah ke Jakarta. Di sinilah Suwardi bersentuhan dengan dunia MMA.

Kisah bermula saat Suwardi mengantarkan temannya berlatih Brazilian Jiu-jitsu di daerah Mangga Besar, Jakarta. Kala itu, Suwardi ditawari berlatih oleh pelatih di sana.

Namun, ia menolak karena tak mampu membayar iuran yang terlampau mahal. Melihat potensi Suwardi, pelatih pun meyakinkan dia untuk berlatih tanpa membayar iuran. Suwardi pun menerima tawaran itu menjadi atlet di sana.

Meski sudah menjadi atlet beladiri, nyatanya penghasilannya belum memuaskan. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan Jakarta dan bekerja di perkebunan Kelapa Sawit di Bogor.

Bekerja di perkebunan tak lantas membuat Suwardi meninggalkan latihan beladirinya. Ia pun bergabung dengan Synergy Asta dan sempat menjadi Juara 1 Submission Challenge Bandung dan Juara 1 Submission Challenge ISC pada 2014.

Kesuksesan Suwardi makin terbuka lebar. Ia melihat peluang lebih besar ketika mengetahui turnamen MMA tingkat nasional bertajuk One Pride MMA. Tanpa ragu, dia ikut untuk audisi. Hasilnya, dia berhasil tampil gemilang dan keluar menjadi juara di kelas terbang setelah mengalahkan Rengga Raphael Richard di babak final One Pride MMA. (YD/DN)


KElUARGA
Istri        : Rita
Anak      : Jane Pranaharum
                Kalani Shasikirana           
               Tristan Andra Raditya
 
KARIER
Pesilat di Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Magetan
Tukang Bakso, Madura
Kerja di Bengkel Motor, Bogor
Buruh Kebun Kelapa Sawit, Bogor
Atlet Brazilian Jiu-jitsu, Jakarta
Atlet, Synergy Asta, Bogor
Atlet Boxing, muaythai
TEAM, Asta Muaythai MMA Bogor BJJ, under SYNERGY MMA

PRESTASI
Juara 1, Synergy International  Championship, Jakarta, 2007
Juara 1, Indonesian Submision Challenge, Bandung, 2014
Juara 1, Indonesian Submision Championship,Jakarta 2014
Juara 2, Indonesian Submision Championship, Jakarta 2015
Juara 1, One Pride MMA, Kelas Terbang, 2016