Profil Widodo Cahyono Putro - VIVA
Widodo Cahyono Putro

Widodo Cahyono Putro

Cilacap, 8 November 1970
s/d
Sekarang
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/tokoh/2017/07/07/595f641fe5859-widodo-cahyono-putro-ql_324_116.jpg
Riwayat

Kelincahannya mengocek si kulit bundar, Widodo mewakafkan dirinya pada dunia sepak bola. Pensiun dari pemain, ia menjadi pelatih. Mulai dari klub hingga Timnas Indonesia.

Widodo Cahyono Putro atau yang biasa disapa Widodo adalah salah satu legenda sepak bola Indonesia dan penyerang terbaik pada masanya.

Widodo lahir 8 November 1970 di Cilacap, Jawa Tengah. Karier profesionalnya diawali bersama klub Galatama, Warna Agung tahun 1990. Setelah kurang lebih 4 tahun bermain di Warna Agung, Widodo pindah untuk memperkuat Petrokimia Putra Gresik.

Bersama Petrokimia Putra Gresik, permainan Widodo meningkat pesat, hingga akhirnya ia masuk Timnas Indonesia untuk mengikuti ajang Piala AFC 1996.

Dalam ajang tersebut namanya semakin melambung setelah ia melakukan tendangan saltonya untuk menjebol gawang Kuwait. Meski Indonesia tersisih dari ajang tersebut, tapi gol Widodo menjadi yang terbaik dalam kompetisi tertinggi se-Asia itu.

Tampil gemilang bersama Petrokimia Putra Gresik dan Timnas Indonesia, membuat Persija kepincut akan kehebatannya. Pada tahun 1998, Widodo resmi bergabung dengan tim Macan Kemayoran itu hingga tahun 2002.

Kurang lebih 4 tahun lamanya bersama tim Ibu kota, Widodo memutuskan untuk kembali lagi bermain bersama Petrokimia Putra Gresik, tim yang melambungkan namanya. Ia bermain  di sana sampai memutuskan untuk gantung sepatu. Setelah pensiun, widodo diangkat untuk menjadi pelatih Petrokimia Putra Gresik.

Tahun 2004, menjadi tahun awal dia melatih sebuah klub bersama Petrokimia Putra Gresik. Namun, karier pelatihnya di sana hanya bertahan semusim. Tahun 2005, ia ditunjuk untuk menjadi asisten pelatih bersama Persijap Jepara.

Tak lama berselang, ia diangkat menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia SEA Games, Pra Olimpiade, dan Kualifikasi Piala Asia. Menjadi asisten di Timnas hanya bertahan kurang lebih dua tahun.

Lepas dari Timnas, Widodo dipinang Persela Lamongan untuk menjadi pelatih menggantikan M. Basri pada musim 2009. Karier pelatihnya tidak lah berjalan mudah, pada putaran kedua musim 2009-2010 dirinya digantikan oleh Djoko Susilo.

Pada tahun 2010, ia kembali ditarik ke Timnas untuk menjadi pendamping Alfred Riedl, bekerja sama dengan Wolfgang Pikal dan Edi Harto untuk ajang Piala Suzuki AFF 2010. Saat itu ia mendapat banyak sekali ilmu kepelatihannya.

Setelah itu ia ditunjuk Pesegres Gresik United untuk menjadi pelatih. Di sana ia bertahan hanya satu musim, setelah Sriwijaya FC merekrutnya. Bersama Sriwijaya FC, kariernya bisa dibilang cukup cepat setelah Sriwijaya FC tidak menggunakan jasanya untuk kompetisi Liga 1 2017.

Tidak lagi di Srwijaya bukanlah akhir kariernya. Widodo diminta menjadi pelatih Bali United untuk membawa juara pada Liga 1 2017. Berkat sentuhannya, klub yang baru saja memecat Hans Peter Schaller, mulai terlihat hasilnya. Widodo mengerahkan semua pengalaman dan kemampuannya baik saat sebagai pemain maupun pelatih. (AA/DN)

KARIER SENIOR
Warna Agung, 1990 - 1994
Petrokimia Putra Gresik, 1994 - 1998
Persija Jakarta, 1998 - 2002
Petrokimia Putra Gresik, 2002 - 2004

TIM NASIONAL
Indonesia, 1991 - 1999

KARIER KEPELATIHAN
Petrokimia Putra Gresik, 2004
Persija Jepara (Asisten Pelatih), 2005 - 2006
Timnas Indonesia (Asisten Pelatih) Kualifikasi Olimpiade, 2006
Timnas Indonesia (Asisten Pelatih) SEA Games, 2007
Timnas Indonesia (Asisten Pelatih) Kualifikasi Piala Asia, 2008
Persela Lamongan, 2009 - 2010
Indonesia (Asisten Pelatih) 2010
Persegres Gresik United, 2015
Sriwijaya FC, 2016 - 2017
Bali United, 2017-sekarang