Profil Gita Gutawa - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Gita Gutawa

Gita Gutawa

Jakarta, 11 Agustus 1993
s/d
Sekarang
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/tokoh/2017/07/27/5979890b49d8a-gita-gutawa-ql_324_116.jpg
Riwayat

Memiliki bakat, bimbingan orang tua, dan mengikuti berbagai festival, kualitas bermusik Gita Gutawa makin kinclong. Meski tenar di panggung hiburan, tak menghalanginya menempuh pindidikan hingga S2.

Suara sopran dengan pitch tinggi adalah ciri khas penyanyi muda kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1993 ini. Aluna Sagita Gutawa atau lebih dikenal Gita Gutawa telah menapaki dunia tarik suara sejak kecil. Putri musisi ternama Erwin Gutawa ini juga dipercaya membintangi banyak iklan dan beberapa film layar lebar.

Darah seninya mengalir dari sang orang tua. Bakat musik Gadis berzodiak Leo dan bershio Ayam ini juga telah diasah sejak duduk di kelas 2 SD dengan belajar piano klasik di Yayasan Musik Jakarta dan kini memperkuat ilmu musiknya dengan mempelajari piano jazz dan gitar akustik.

Tidak hanya itu, agar vokal Gita terasah dan mantap, dia berguru di bawah asuhan Aida Swenchen (di PSAI) dan Catharina Leimena. Ia mampu mebawakan lagu pop klasik dengan high pitch khasnya.

Sebelum meluncurkan album self-titled, Gita Gutawa terkenal sebagai penyanyi cilik yang berduet dengan vokalis ADA Band, Donnie ‘ADA Band’ dengan lagu "Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah)".

Lagu ini menjadi hits dalam album “Heaven of Love” dan sukses terjual sebanyak lebih dari 850 ribu kopi membawa Donnie dan Gita sebagai nominasi Duet Terbaik Kategori Pop AMI Awards..

Gita yang juga banyak memiliki prestasi di bidang akademis ini juga pernah berduet dengan penyanyi sholawat Hadad Alwi, dalam album Jalan Cinta 2.

Di 13 tahun, Gita merilis album “self titled” yang menjadi album solo perdananya. Dalam album tersebut, Gita yang mengaku tak mau mendompleng kebesaran nama sang ayah itu membawakan salah satu lagu karya Salah Silaban, bersama Andi Rianto dan Pink-Pink.

Penjualan album gadis yang laris sebagai bintang model iklan itu berhasil meraih Platinum Awards dengan penjualan lebih dari 150 ribu kopi dalam 4 bulan saja. Hal itu kemudian mengantarkan dirinya sebagai Penyanyi Pendatang Baru Terbaik dan Album Terbaik AMI Award 2008.

Gadis yang meraih juara umum The 6th International Nile Children Song Festival (INCSF) di Cairo, Mesir itu, juga menjajal dunia akting lewat sinetron pendek “Ajari Aku Cinta” dan “Ajari Lagi Aku Cinta”. Meski banyak tawaran, Gita yang masih sibuk sekolah ini tidak banyak mengembangkan bakatnya di dunia akting.

Berkat suara soprannya, Gita didapuk membawakan soundtrack film. Di antaranya adalah  “Love” dan film fenomenal “Laskar Pelangi”. Ia laris membintangi berbagai iklan, seperti produk Indomie, Es Krim Walls Conello dan Pond's.

Setelah sempat mengikuti ajang festival lagu di Italia, Gita pun mempersiapkan album keduanya bertajuk “Harmoni Cinta”. Di album ini, Gita banyak terlibat di dalamnya dengan warna musik lebih variative. Dari 12 lagu, 5 di antaranya merupakan ciptaan Gita sendiri. Album tersebut dirilis Mei 2009 dan kembali sukses di pasaran.

Tak hanya mahir berakting di depan layar kaca, namun Gita kini melebarkan sayapnya dengan berakting di belakang layar. Ia dipercaya menjadi pengisi suara dalam film animasi pertama di Indonesia, “Meraih Mimpi” karya produser Nia Dinata.

Pertengahan Agustus 2009, Gita meluncurkan buku pertamanya, Kotak Musik Gita. Meski tidak menulis sendiri, namun Gita ingin berbagi pengalamannya selama menggeluti dunia musik dengan para penggemarnya.

Setelah menjajal profesi dubber, Gita pun melebarkan sayapnya ke dunia layar lebar. Akhir 2009, ia mulai syuting film Love in Perth. Pada 25 Februari 2010, Gita tampil di konser tunggalnya yang bertajuk “Kotak Musik Gita”. Di sini, sang ayah, Erwin Gutawa bertindak sebagai produser konser.

Di usianya yang kala itu masih belia, Gita Gutawa terhitung telah memiliki segalanya. Dari mulai karier cemerlang, pendidikan yang mapan hingga keluarga yang begitu menyayangi, rasanya hidup begitu sempurna buat Gita.

Namun sebagai remaja biasa, Gita mengakui ia tetaplah seorang anak, yang selalu membutuhkan kehadiran orang tua, hingga tak juga mampu menjadi dewasa.
Gita mengaku punya pemikiran sendiri, tapi sadar belum sepenuhnya dewasa dan masih banyak ingin tahu serta minta nasehat dari mama papanya karena mereka sudah banyak pengalaman.

Popularitas Gita Gutawa yang kian meroket sebagai penyanyi yang mewakili usianya, tak disangkal telah mendatangkan banyak pengagum rahasia. Sejauh ini ia mengaku, masih asik menomor satukan sekolah dan karier di atas segalanya, hingga belum terpikir untuk menjadikan salah satu dari mereka, sebagai sosok kekasih hatinya.

Pada 2015, Gita sukses menyelesaikan kuliah S2-nya di London School of Economics and Political Science di LSE Inggris hanya dalam setahun. Prestasi gemilang dirangkulnya dalam usia masih 22 tahun.

Kesuksesan Gita tak hanya untuk dirinya. Ia juga menularkan kemampuannya bermusik dengan membuat proyek Di Atas Rata-Rata (DARR). Proyek ini untuk mencari anak-anak Indonesia yang memiliiki kualitas di rata-rata dalam bermusik. Mereka akan dibimbing dengan senutuhan profesional.

Program Gita Gutawa membuahkan hasil. Salah satu anak binaanya juara lomba menyanyi pada Festival Sanremo Junior yang diselenggarakan di Sanremo, Italia, 7 Mei 2017. Kesuksesan ini sangat menggembirakan Gita Gutawa saat bisa mendorong orang lain juara. (LP/AC/DN)
 
KELUARGA     
Orang Tua            : Erwin Gutawa (ayah) dan Lutfi Andriani (ibu)
 

PENDIDIKAN
TK Bakti Mulya, Jakarta (1996 – 1999)
SD Bakti Mulya, Jakarta (1999 – 2005)
SMP Al-Izhar Pondok Labu, Jakarta (2005 – 2008)
SMA Bina Nusantara Simprug, Jakarta (2008 – 2011)
Birmingham of University, Inggris (2011 – 2014)
London School of Economics and Political Science, LSE Inggris (2014 – 2015)

KARIER
Diskografi
Album studio
Kembang Perawan (2007)
Harmoni Cinta (2009)
Balada Shalawat (2010)
The Next Chapter (2014)
Lagu
Bukan Permainan (2007)
Sempurna (2007)
Dua Menjadi Satu (2008)
Tak Keliling Dunia (2008)
Aku Cinta Dia (2009)
Parasit (2009)
Meraih Mimpi (2009)
Mau tapi Malu (2009)
Harmoni Cinta (2010)

Album Di Atas Rata-Rata, Musik Terbaik Anak-Anak, 2017

Album soundtrack
OST Love (2008)
OST Laskar Pelangi (2008)
OST Meraih Mimpi (2009)
OST Love in Perth (2010)

Jingle
Dua Hati Menjadi Satu, Connelo Indonesia dan Cornetto Malaysia, Walls Unilever, featuring Dafi
Saatnya Silahturahmi, IM3, Indosat, featuring Saykoji
Menghemat Listrik, PLN, featuring Rio Febrian
LOVE, Toyota Avanza, featuring Derby Romero

Filmografi
Meraih Mimpi (2009) - Pengisi suara Dana
Love in Perth (2010) - Berperan sebagai Lola

FTV
"Ajari Aku Cinta"
"Ajari Lagi Aku Cinta"

Iklan
Indomie (2007-2008)
Kornet So Good (2007)
Sozzis So Good (2007)
Bank Bukopin (2008)
Es Krim Walls Conello (2008)
She Fruity (2008-2009)
She Deo (2009)
Pond's (2008)
IM3 Indosat : Saatnya Silahturahmi (2009)
IM3 Indosat : Murah Itu IM3 (2009)
PLN (2010-2012)
Toyota Avanza (2010-2011)
Bank BRI (2011-2012)
Lasegar (2010)
Yamaha (2012)
Gramedia (2013)

Buku
Kotak Musik Gita (2009)

Sinetron

Ajari Aku Cinta (2007)
Ajari Lagi Aku Cinta (2007)