Profil Laila Sari - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Laila Sari

Laila Sari

Padang Panjang, 4 November 1935
s/d
Sekarang
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/tokoh/2017/11/22/5a14f46b2af78-laila-sari_324_116.jpg
Riwayat

Terjun ke panggung hiburan dengan penuh energik, Laila Sari melakoninya hingga akhir hayatnya. Ia termasuk artis tiga zaman yang hidupnya pas-pasan.

Nur Laila Sari Jahrotuljannah atau lebih akrab disapa dengan panggilan Laila Sari merupakan soerang aktris senior, penyanyi, dan komedian Indonesia yang telah berkiprah di dunia hiburan sejak medio 1955. Namanya melejit setelah membintangi film Wadjah Seorang Laki-Laki. Di akhir hayatnya, pada 2017, ia masih main sinetron Jodoh Wasiat Bapak yang tayang di antv.
 
Wanita kelahiran Padang Panjang pada 4 November 1935 ini mengawali karier dari panggung sandiwara dan dunia tarik suara. Sementara mengawali debutnya di dunia layar lebar lewat film Dinamika saat usianya menginjak 20 tahun.
 
Laila Sari sempat menghilang dari dunia perfilman sekitar 15 tahun. Baru kemudian ia kembali hadir pada tahun 1971 lewat film Singa Betina dari Marunda, meski namanya baru melambung lewat penampilannya di film Wadjah Seorang Laki-Laki.
 
Sejak itu, ia malang melintang di dunia layar lebar. Lebih dari 20 judul filmyang pernah diperankan ibu anak satu ini. Beberapa di antaranya yaitu Warung Pojok (1977), Kembang Semusim (1980), Ketika Cinta Harus Memilih (1981), Halimun (1982), Perempuan Kedua (1990), Lupus IV (1990), Anda Puas, Saya Loyo (2008), Hantu Tanah Kusir (2010), dan Comic 8 (2014).
 
Di samping itu, Laila Sari juga turut aktif menunjukkan kemampuan aktingnya di berbagai sinetron, terutama saat dunia perfilman sedang mengalami kemunduran kala itu. Beberapa sinetron yang diperankannya yaitu Ikhlas (2003), Si Yoyo (2005), Yoyo dan Popo (2005), Mermaid In Love (2016), dan Jodoh Wasiat Bapak (2017).

Wanita berdarah Minang ini didapuk sebagai artis 3 zaman, Orde Lama, Orde Baru, dan Era Reformasi. Ia telah berkiprah dalam dunia hiburan lebih dari 6 dekade. Wanita yang dikenal sederhana ini tinggal di pemukiman padat Tangkiwood, Mangga Besar, Jakarta Barat. Pada masanya, daerah tersebut dikenal sebagai wilayah penghasil artis papan atas, sebut saja Aminah Cendrakasih dan (alm) Bing Slamet..

Pada 20 November 2017, tersiar kabar mengejutkan wafatnya Laila Sari di usianya ke-82. Ia wafat di kediamannya sepulang syuting dari NET. TV. Diketahui kondisi Beliau mulai menurun sejak syuting sinetron Mermaid in Love.  

Meski seorang artis, kehidupan Laila jauh dari kata mewah. Bahkan, warganet sempat melakukan penggalangan dana untuk tabungan hari tua Laila. Dari penggalangan dana tersebut terkumpul Rp 148.320.863 juta dari 759 donatur. Tapi sayangnya, Beliau wafat sebelum menerima uang tersebut.

Semasa hidup, Laila juga masih menjadi tulang punggung keluarganya. Ia harus menghidupkan anak angkatnya, cucu, dan cicitnya. Wanita yang juga sering disapa Mak Laila ini juga berpesan agar cicitnya yang bernama Melati terjun juga ke dunia hiburan. Selain itu, almarhumah juga berharap rumahnya di Tengkiwood itu tidak dijual. (AC/DN) (Photo: VIVA.co.id/MS)
 
KELUARGA
Orang Tua      : Kamaroeddin (Ayah) dan Rachmawati (Ibu)
Suami              : Boertje
Anak                : Maya Sari  
 
KARIER
Filmografi
Dinamika (1955)
Peristiwa 10 November (1956)
Singa Betina dari Marunda (1971)
Wadjah Seorang Laki-Laki (1971)
Warung Pojok (1977)
Pulau Putri (1977)
Inem Nyonya Besar (1977)
Tuan Besar (1977)
Sinyo Adi (1977)
Kembang Semusim (1980)
Juara Cilik (1980)
Ketika Cinta Harus Memilih (1981)
Halimun (1982)
Ke Ujung Dunia (1983)
Tante Garang (1983)
Kelainan Cinta (1983)
Perempuan Kedua (1990)
Lupus IV (1990)
Amrin Membolos (1996)
Anda Puas, Saya Loyo (2008)
Cinlok (2008)
Anak Ajaib (2008)
Hantu Tanah Kusir (2010)
Comic 8 (2014)
Boneka Setan (2014)
Air & Api (2015)
 
Sinetron
Ikhlas (SCTV, 2003)
Si Yoyo (RCTI, 2005)
Yoyo dan Popo (RCTI, 2005)
Mermaid In Love (SCTV, 2016)
Jodoh Wasiat Bapak (ANTV, 2017)