Profil Dawam Rahardjo - VIVA
Dawam Rahardjo

Dawam Rahardjo

Solo, 20 April 1942
s/d
Sekarang
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/tokoh/2018/05/31/5b0fc223b5b29-dawam-rahardjo_324_116.jpg
Riwayat

Dunia penelitian dan pendidikan membawa Dawam Rahardjo ke pentas nasional. Ia tersohor sebagai cendiakawan muslim dalam bidang sosial dan ekonomi.

Dawam Rahardjo dikenal sebagai seorang ekonom, sekaligus budayawan yang pernah menjabat sebagai ketua ICMI, pemimpin Jurnal Ilmu dan Kebudayaan Ulumul Qur'an, serta ketua Lembaga Studi Agama dan Filsafat. Ia juga telah menulis buku-buku mengenai ekonomi dan agama Islam.
 
Pria kelahiran Solo, 20 April 1942 ini merupakan anak sulung dari delapan bersaudara, putra dari pasangan Muhammad Zuhdi Rahardjo dan Muthmainnah. Ia tumbuh dan besar di lingkungan sederhana.
 
Sejak kecil, pemilik nama lengkap Muhammad Dawam Rahardjo ini telah menyerap berbagai ilmu pengetahuan terutama tentang agama Islam, di antaranya yaitu belajar bahasa Arab, mengaji, menghapal surat-surat Alquran, mengenal tafsir, fikih, hingga hadist.
 
Dawam mengawali pendidikannya di Madrasah Bustanul Athfal Muhammadiyah yang setara dengan TK. Berikutnya, ia melanjutkan sekolahnya ke Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah di Masjid Besar Solo. Ketika masuk Sekolah Rakyat Logi Wetan, Dawam langsung duduk di kelas 2. Lalu, di sore harinya dia menimba ilmu agama di Madrasah Al-Islam.
 
Lulus dari pendidikan dasar, Dawam melanjutkan sekolahnya ke SMP 1 Solo. Setelah lulus pada tahun 1957, ia melanjutkan bersekolah di SMA Manahan dan lulus pada tahun 1961.
 
Sejak remaja, Dawam sudah menyukai dunia tulis-menulis. Meski masih muda, dirinya bahkan pernah menerjemahkan puisi bahasa Inggris ke Indonesia. Selain itu, Dawam juga suka menulis syair dan cerita pendek.

Setelah tamat sekolah, Dawam mendapat kesempatan mengikuti American Field Service (AFS) dan terpilih sebagai salah satu siswa yang dapat bersekolah di Borach High School, Idaho, Amerika Serikat selama satu tahun. Sekembalinya ia dari Negeri Paman Sam, Dawam melanjutkan pendidikan akademiknya di Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada.

Perjalanan akademiknya kian melaju. Saat usianya menginjak 51 tahun, Dawam dinobatkan sebagai Guru Besar Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang. Di samping itu, ia juga menjabat sebagai Rektor Universitas 45 Bekasi.

Tak hanya pendidikannya yang menonjol, perjalanan kariernya pun kian meroket. Dawam pernah bekerja sebagai Staf Departemen Kredit Bank of America saat usianya 27 tahun. Dua tahun kemudian, Dawam alih profesi sebagai staf peneliti di LP3ES (Lembaga Penelitian dan Pembangunan Ekonomi-Sosial).

Lambat laun, kariernya pun menanjak hingga ia dipercaya sebagai Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan hingga akhirnya menjadi direktur. Selama di LP3ES inilah, pengetahuan Dawam tentang ekonomi kerakyatan semakin berkembang. Tidak jarang, ia pun menulis buah pemikirannya di media massa.

Setelah 10 tahun bergabung dengan LP3ES, Dawam semakin tertarik dengan LSM. Ia bahkan pernah memimpin beberapa LSM di antaranya yaitu Lembaga Studi Ilmu-Ilmu Kemasyarakatan, Lembaga Studi Pembangunan (LSP), Pusat Pengembangan Masyarakat Agrikarya (PPMA), dan Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF).

Di samping kesibukannya dengan LSM, Dawam pun mengkaji Alquran dengan kemampuan yang telah dimilikinya. Ia pun mempelajari bermacam-macam buku tafsir. Dalam pencariannya itu, Dawam pun paham mengenai arti pluralism dan toleransi dalam kehidupan beragama yang sesungguhnya.

Mantan Ketua Tim Penasehat Presiden BJ Habibie ini pernah menelurkan beberapa judul buku, di antaranya yaitu Etika Bisnis dan Manajemen (1990), Habibienomics: Telaah Pembangunan Ekonomi (1995), Paradigma Al-Quran: Metodologi dan Kritik Sosial (2005), dan Nalar Politik Ekonomi Indonesia (2011).

Pada 30 Mei 2018, bapak berusia 76 tahun ini tutup usia di Rumah Sakit Islam, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Sebelum wafat, ia memang diketahui sedang sakit. Kesehatannya telah mengalami penurunan akibat komplikasi. Indonesia kehilangan salah satu cendikiawan terbaiknya. Selamat jalan Dawam.  (AC/DN) (Photo/Viva)
 
KELUARGA
Orangtua            : Muhammad Zuhdi Rahardjo dan Muthmainnah
 
PENDIDIKAN
Madrasah Bustanul Athfal Muhammadiyah Kauman
Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah di Masjid Besar Solo
Sekolah Rakyat Logi Wetan
Madrasah Al-Islam
SMP 1 Solo
SMA Manahan
Borach High School, Idaho, Amerika Serikat
Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada
 
KARIER
Staf di Departemen Kredit Bank of America, Jakarta (1969)
Staf Peneliti LP3ES (Lembaga Penelitian dan Pembangunan Ekonomi-Sosial) (1971)
Pemimpin jurnal ilmiah Prisma (1980-1986)
Direktur LP3ES (1980-1986)
Guru besar Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang (1993)
Pengajar Universitas Islam 45 Bekasi
Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Pusat (1995-2000)
Dekan Universitas Islam As-Syafiiyah
Direktur pelaksana Yayasan Wakaf Paramadina (1988-1990)
Direktur pusat pengembangan Agribisnis (1992)
Ketua Tim Penasehat Presiden BJ Habibie (1999)
Rektor Universitas Islam 45 Bekasi (1994-2004)
Ketua Dewan Direktur Lembaga Studi Agama dan Filsafat
Rektor Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta (2013-2017)
 
Karya Buku
Esai-esai Ekonomi Politik (1983)
Deklarasi Mekah: Esai-esai Ekonomi Islam (1987)
Etika Bisnis dan Manajemen (1990)
Habibienomics: Telaah Pembangunan Ekonomi (1995)
Paradigma Al-Quran: Metodologi dan Kritik Sosial (2005)
Nalar Politik Ekonomi Indonesia (2011)